Bahan Alami untuk Mengurangi Bau Mulut setelah Makan Jengkol
- 21 Sep 2026 21:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Bau mulut setelah makan jengkol kerap menjadi masalah karena aroma khas jengkol dapat bertahan beberapa waktu setelah makanan dikonsumsi. Senyawa yang mengandung sulfur diketahui berperan dalam menghasilkan bau tidak sedap, sementara bau mulut secara umum juga berkaitan dengan senyawa sulfur volatil atau volatile sulfur compounds (VSC) yang dihasilkan di dalam rongga mulut.
Salah satu bahan alami yang dapat dicoba adalah teh hijau karena mengandung polifenol dan katekin yang memiliki aktivitas terhadap bakteri serta senyawa penyebab bau mulut. Penelitian berjudul “Effect of Green Tea on Volatile Sulfur Compounds in Mouth Air” menunjukkan bahwa teh hijau memiliki aktivitas penghilang bau dan dapat menurunkan bau mulut untuk sementara.
| Baca juga: Lip Balm Rutin, Bisakah Mencerahkan Bibir? |
Teh hijau dapat dikonsumsi setelah makan jengkol dalam kondisi tanpa tambahan gula berlebihan, sambil tetap memperhatikan kebersihan gigi dan mulut. Penelitian lain berjudul “Effect of Green Tea Mouthwash on Oral Malodor” menemukan bahwa penggunaan obat kumur berbahan teh hijau dapat menurunkan kadar VSC pada peserta penelitian, meskipun penelitian tersebut menggunakan ekstrak teh hijau dalam bentuk obat kumur, bukan sekadar minuman teh.
Selain teh hijau, kayu manis juga menarik untuk diperhatikan sebagai bahan alami yang berpotensi membantu mengendalikan bau mulut. Sebuah penelitian berjudul “Short-term Germ-killing Effect of Sugar-sweetened Cinnamon Chewing Gum on Salivary Anaerobes Associated with Halitosis” menemukan bahwa permen karet dengan kandungan cinnamaldehyde dari kayu manis dapat menurunkan jumlah bakteri anaerob penghasil hidrogen sulfida dalam air liur setelah dikunyah selama 20 menit.
| Baca juga: Tempe Berbau, Masih Amankah Dikonsumsi? |
Cengkih juga telah diteliti berkaitan dengan bau mulut, meskipun bukti yang tersedia belum secara khusus membahas bau setelah makan jengkol. Dalam penelitian berjudul “Effectiveness of Dried Clove Buds Mouthing on Reduction of Transient Disturbing Odor after Garlic Ingestion”, mengulum cengkih kering setelah mengonsumsi bawang putih diketahui dapat menurunkan kadar metil merkaptan dan persepsi bau mulut pada peserta penelitian.
Meski demikian, bahan alami sebaiknya dipandang sebagai cara sementara untuk membantu menyegarkan napas, bukan pengganti perawatan kebersihan mulut. Tinjauan sistematis berjudul “Alternative Therapies in Controlling Oral Malodour: A Systematic Review” menyimpulkan bahwa bukti mengenai berbagai terapi alternatif, termasuk bahan herbal, masih beragam sehingga belum ada satu bahan alami yang dapat dipastikan efektif untuk semua kondisi bau mulut.
Setelah makan jengkol, langkah sederhana seperti minum air putih, berkumur dengan air, membersihkan lidah, dan menyikat gigi dapat dilakukan untuk membantu mengurangi sisa makanan serta menjaga kebersihan rongga mulut. Jika bau mulut berlangsung terus-menerus meskipun kebersihan mulut sudah dijaga, pemeriksaan ke dokter gigi penting dilakukan karena halitosis juga dapat berkaitan dengan masalah gigi, gusi, atau kondisi lain di dalam rongga mulut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....