Penyebab Sering Merasa Masuk Angin

  • 06 Sep 2026 09:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masuk angin menjadi istilah yang umum digunakan masyarakat ketika tubuh terasa tidak enak badan, lemas, pegal, atau mengalami keluhan menyerupai flu. Namun, masuk angin sebenarnya bukan nama penyakit maupun diagnosis yang dikenal dalam ilmu kedokteran.

Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa tidak terdapat penjelasan medis khusus mengenai penyebab, diagnosis, gejala, dan pengobatan penyakit bernama masuk angin. Istilah tersebut telah digunakan secara turun-temurun di Indonesia untuk menggambarkan kondisi tubuh yang sedang terasa tidak sehat.

Keluhan yang disebut masuk angin oleh masyarakat dapat mengarah pada kumpulan gejala menyerupai flu atau flu-like illness. Beberapa keluhannya dapat berupa rasa tidak enak badan atau malaise, nyeri tubuh atau myalgia, nyeri persendian, hingga demam.

Dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Minggu, 6 September 2026, lebih dari 200 virus pernapasan dapat menyebabkan selesma atau common cold. Rhinovirus merupakan penyebab yang paling sering, sementara virus lain seperti adenovirus, parainfluenza, enterovirus, dan human metapneumovirus juga dapat menyebabkan selesma.

Gejala selesma biasanya dapat berupa hidung berair atau tersumbat, batuk, bersin, sakit tenggorokan, sakit kepala, hingga nyeri tubuh ringan. CDC juga menjelaskan bahwa seseorang dapat mengalami selesma kapan saja sepanjang tahun karena berbagai virus pernapasan memiliki pola peredaran yang berbeda.

Virus pernapasan dapat menyebar melalui percikan yang dikeluarkan seseorang ketika batuk atau bersin, serta melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.

Karena itu, keluhan yang biasa disebut masuk angin sebaiknya dilihat berdasarkan gejala dan penyebab medis yang mendasarinya, bukan semata-mata karena tubuh dianggap kemasukan angin. Pertolongan medis perlu dipertimbangkan apabila muncul kesulitan bernapas, dehidrasi, demam berlangsung lebih dari empat hari, atau gejala tidak membaik setelah lebih dari 10 hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....