Cara Terbaik untuk Tetap Sehat saat Kabut Asap
- 26 Agt 2026 07:23 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Saat ini, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tengah memengaruhi sejumlah wilayah di Sumatra dan Kalimantan, meskipun tingkat keparahannya berbeda di setiap daerah. Dikutip dari RRI.co.id, karhutla telah memicu kabut asap yang mengganggu kesehatan, menghambat kegiatan ekonomi, dan mengancam keselamatan masyarakat.
Kabut asap mengandung partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama ketika konsentrasinya tinggi. Dikutip dari RRI.co.id, Sekretaris Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Provinsi Riau, dr. Indra Yovi, menjelaskan bahwa paparan PM2.5 dari asap karhutla berisiko mengganggu saluran pernapasan sehingga masyarakat perlu meningkatkan perlindungan diri.
Saat kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya memantau indeks kualitas udara atau ISPU melalui kanal resmi, membatasi kegiatan di luar ruangan, serta menunda olahraga berat seperti joging dan bersepeda. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma, penyakit paru kronis, atau gangguan jantung perlu lebih berhati-hati karena termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap paparan asap.
Menteri Kesehatan juga meminta masyarakat mengurangi paparan dengan memantau kualitas udara dan menggunakan masker ketika kondisi udara memburuk. Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui website kemkes.go.id, masyarakat dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara tidak sehat, menutup pintu dan jendela, serta menggunakan pendingin ruangan dengan mode sirkulasi ulang jika tersedia.
Udara di dalam rumah juga perlu dijaga dengan mencegah masuknya asap, membersihkan lantai dan permukaan secara rutin, serta menghindari kegiatan yang menghasilkan partikel tambahan seperti merokok dan membakar sampah. Dikutip dari RRI.co.id, Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang menyarankan masyarakat menutup pintu dan jendela ketika asap sedang pekat serta memperhatikan kebersihan dan kualitas udara di dalam rumah.
Berdasarkan pemantauan kualitas udara BMKG di Bengkulu melalui website bmkg.go.id, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 43,7 mikrogram per meter kubik pada 25 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB dan berada dalam kategori sedang. Angka tersebut menunjukkan perbaikan dibandingkan catatan BMKG pada 23 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, ketika konsentrasi PM2.5 mencapai 106,8 mikrogram per meter kubik atau masuk kategori tidak sehat.
Masyarakat diimbau terus memantau informasi kualitas udara dari BMKG, mengurangi kegiatan di luar ruangan ketika konsentrasi PM2.5 meningkat, serta mengenakan masker apabila harus beraktivitas di tengah kabut asap. Warga juga diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, batuk berat, iritasi berkepanjangan, atau gejala asma yang semakin memburuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....