Tips Menaikkan Berat Badan Anak setelah Sakit

  • 17 Agt 2026 07:49 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Setelah sakit, berat badan anak sering mengalami penurunan karena nafsu makan berkurang, kebutuhan energi meningkat, atau tubuh kehilangan cairan dan zat gizi selama masa sakit. Orang tua tidak perlu langsung memberikan makanan dalam jumlah besar, tetapi dapat membantu proses pemulihan dengan meningkatkan asupan secara bertahap dan memilih makanan yang padat gizi.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah memberikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering agar anak tidak merasa terlalu kenyang. WHO juga menganjurkan pemberian perhatian ekstra terhadap pola makan setelah anak sembuh karena periode pemulihan merupakan kesempatan bagi tubuh untuk melakukan catch-up growth atau mengejar kembali pertumbuhan yang sempat terganggu.

Pilihan makanan juga menjadi kunci dalam membantu menaikkan berat badan anak secara sehat, misalnya nasi, kentang, telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, susu sesuai usia, serta sayuran dan buah. Makanan yang kaya protein dan energi dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama masa pemulihan, tetapi pemberiannya tetap perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kemampuan makan anak.

Penelitian yang dipublikasikan di The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa anak yang kehilangan berat badan akibat infeksi membutuhkan asupan protein dan energi yang memadai untuk mendukung pertumbuhan kembali setelah sakit. Studi lain pada anak yang sedang pulih dari disentri akibat shigellosis juga menemukan bahwa pola makan tinggi protein dapat mendukung pertambahan berat badan dan pertumbuhan selama masa pemulihan.

Orang tua juga dapat menambahkan sumber energi dan protein ke dalam makanan yang biasa disukai anak, seperti telur pada nasi atau bubur, daging cincang pada sup, atau tahu dan tempe pada menu sehari-hari. Namun, tujuan utama bukan sekadar membuat angka timbangan naik, melainkan memastikan berat badan bertambah bersama dengan pemenuhan zat gizi yang mendukung pemulihan dan pertumbuhan anak.

Selain makanan utama, camilan bergizi dapat diberikan di antara waktu makan, misalnya buah, yogurt, telur, roti dengan selai kacang sesuai usia, atau makanan lokal bergizi lainnya. Jika anak masih sulit makan, mengalami penurunan berat badan yang terus berlangsung, tampak sangat lemas, atau pertumbuhannya tidak kembali membaik, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penilaian pertumbuhan dan rencana makan yang sesuai. WHO menekankan pentingnya pemantauan dan konseling gizi pada anak yang mengalami masalah pertumbuhan atau kekurangan gizi.

Dengan memberikan makanan bergizi secara konsisten, porsi yang sesuai, serta frekuensi makan yang lebih sering, berat badan anak dapat dibantu kembali secara bertahap setelah sakit. Penelitian terbaru mengenai pertumbuhan anak setelah mengalami penyakit akut juga menunjukkan adanya fase percepatan pertumbuhan selama masa pemulihan, sehingga dukungan asupan dan pemantauan pertumbuhan menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....