Mengapa Kita Bersin? Fakta Ilmiah dan Mitos yang Masih Banyak Dipercaya

  • 14 Jul 2026 12:41 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Bersin merupakan respons alami tubuh yang terjadi ketika saluran hidung mengalami iritasi akibat debu, serbuk sari, asap, atau partikel asing lainnya. Melalui mekanisme tersebut, tubuh berusaha mengeluarkan benda-benda yang dapat mengganggu sistem pernapasan agar saluran hidung tetap bersih.

Dilansir dari laman rspp.co.id, Saat ada zat yang mengiritasi hidung, saraf akan mengirimkan sinyal ke otak untuk memicu refleks bersin. Otot-otot dada, tenggorokan, dan wajah kemudian bekerja secara bersamaan sehingga udara keluar dengan kuat melalui hidung dan mulut.

Selain dipicu oleh debu dan alergi, bersin juga dapat terjadi saat seseorang sedang flu atau mengalami infeksi saluran pernapasan. Bahkan, sebagian orang dapat bersin ketika terkena cahaya matahari yang sangat terang karena adanya refleks bawaan yang dipengaruhi faktor genetik.

Di masyarakat masih berkembang berbagai mitos mengenai bersin, salah satunya anggapan bahwa jantung berhenti berdetak saat seseorang bersin. Faktanya, jantung tidak berhenti bekerja, melainkan hanya mengalami perubahan irama yang sangat singkat akibat perubahan tekanan di dalam rongga dada.

Mitos lain yang sering dipercaya adalah menahan bersin dianggap tidak berbahaya. Padahal, menahan bersin dengan menutup rapat hidung dan mulut dapat meningkatkan tekanan di dalam saluran pernapasan sehingga berisiko menyebabkan cedera pada telinga, hidung, atau tenggorokan meskipun kasusnya tergolong jarang.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, masyarakat dianjurkan menerapkan etika bersin yang benar dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau lipatan siku bagian dalam. Setelah bersin, tangan sebaiknya segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir atau menggunakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Tenaga kesehatan mengingatkan bahwa bersin sesekali merupakan kondisi yang normal dan menjadi bagian dari mekanisme pertahanan tubuh. Namun, apabila bersin berlangsung terus-menerus disertai demam tinggi, sesak napas, atau gejala lain yang mengganggu aktivitas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....