Waspadai Penyakit Jantung Koroner dan Stroke pada Usia Produktif

  • 24 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kasus kematian pada usia produktif kini menjadi perhatian serius karena semakin banyak terjadi pada kelompok usia 30 hingga 40 tahun. Dua penyakit yang paling sering menjadi penyebabnya adalah penyakit jantung koroner dan stroke, yang selama ini identik dengan usia lanjut tetapi kini semakin banyak menyerang usia muda.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), dalam sebuah podcast bersama Raditya Dika, mengungkapkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab utama kematian pada usia produktif. Berdasarkan pengalaman praktiknya, jumlah kasus pada kelompok usia 30 hingga 40 tahun terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir sehingga perlu menjadi perhatian masyarakat.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak atau aterosklerosis. Kondisi tersebut dapat mengurangi aliran darah ke jantung hingga memicu serangan jantung yang dapat terjadi secara mendadak apabila tidak segera ditangani.

Fenomena meningkatnya kasus penyakit jantung pada usia muda juga sejalan dengan sejumlah penelitian internasional. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology (JACC) tahun 2019 menunjukkan bahwa angka serangan jantung pada orang berusia di bawah 40 tahun mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir, dipengaruhi oleh tingginya prevalensi obesitas, diabetes, hipertensi, kebiasaan merokok, serta gaya hidup sedentari atau kurang aktivitas fisik.

Selain penyakit jantung koroner, stroke juga menjadi ancaman serius bagi kelompok usia produktif. Menurut World Stroke Organization, sekitar satu dari empat orang dewasa berisiko mengalami stroke sepanjang hidupnya, sementara berbagai penelitian menunjukkan peningkatan kasus stroke pada usia di bawah 50 tahun akibat kombinasi faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, konsumsi rokok, hingga stres berkepanjangan.

Para ahli menekankan bahwa sebagian besar faktor risiko penyakit jantung dan stroke sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Menjaga pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, menghindari rokok, mengendalikan berat badan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sejak usia muda.

Meningkatnya kasus kematian akibat penyakit jantung koroner dan stroke di usia produktif menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak dapat ditunda hingga usia tua. Kesadaran untuk menerapkan gaya hidup sehat dan mengenali faktor risiko sejak dini menjadi kunci agar masyarakat tetap produktif, memiliki kualitas hidup yang baik, serta terhindar dari penyakit yang dapat mengancam jiwa.kes

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....