Haid Selalu Sakit? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari

  • 16 Jul 2026 20:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu- Nyeri haid sering kali dianggap hal yang wajar dan bahkan kerap disepelekan. Padahal, kondisi ini tidak selalu sekadar “lebay” atau berlebihan, karena bisa jadi ada faktor medis yang mendasarinya.

Menurut dr. Yassin Yanuar M Ilham Bintang, nyeri haid atau dismenore dapat dipicu oleh berbagai kondisi, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan penanganan medis. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk memahami penyebabnya agar tidak salah dalam menyikapi rasa nyeri yang muncul setiap bulan.

Salah satu penyebab paling umum adalah kontraksi rahim yang berlebihan. Saat menstruasi, tubuh memproduksi hormon prostaglandin untuk membantu rahim berkontraksi, namun jika kadarnya terlalu tinggi, kontraksi menjadi lebih kuat dan menimbulkan rasa sakit.

Selain itu, ada kondisi bernama Endometriosis yang sering menjadi penyebab nyeri haid berat. Pada kondisi ini, jaringan yang mirip lapisan dalam rahim tumbuh di luar rahim sehingga memicu peradangan, perlengketan, dan rasa nyeri yang bisa sangat mengganggu.

Penyebab lain yang juga perlu diwaspadai adalah Adenomiosis. Kondisi ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim tumbuh ke dalam otot rahim, menyebabkan rahim membesar dan menstruasi terasa lebih nyeri serta disertai perdarahan yang lebih banyak.

Tidak hanya itu, Mioma Uteri atau tumor jinak pada rahim juga dapat menjadi pemicu nyeri haid. Mioma dapat menyebabkan perdarahan berlebihan, rasa tidak nyaman di perut, hingga berpengaruh pada kesuburan pada sebagian wanita.

Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah Infeksi Panggul. Infeksi pada organ reproduksi ini bisa menimbulkan nyeri, baik saat menstruasi maupun di luar siklus haid, dan memerlukan penanganan medis yang tepat.

Penting untuk mengenali kapan nyeri haid perlu diperiksakan ke dokter. Jika nyeri semakin berat dari bulan ke bulan, obat pereda nyeri tidak lagi membantu, atau rasa sakit sampai mengganggu aktivitas seperti sekolah dan bekerja, maka itu menjadi tanda peringatan.

Selain itu, jika nyeri disertai perdarahan yang sangat banyak atau kesulitan untuk hamil, pemeriksaan lebih lanjut sangat dianjurkan. Kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Nyeri haid pada dasarnya bisa diobati, namun pengobatannya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Karena itu, penting untuk tidak hanya menahan rasa sakit setiap bulan tanpa mencari tahu akar masalahnya, agar kualitas hidup tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....