Waspadai Dampak Resiko Minuman dengan Pemanis Buatan?

  • 30 Jun 2026 14:48 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Minuman yang menggunakan pemanis buatan semakin banyak beredar di pasaran karena dianggap mampu memberikan rasa manis tanpa mengandung gula dalam jumlah tinggi. Produk ini banyak dipilih oleh masyarakat yang ingin mengurangi asupan kalori atau menjaga kadar gula darah, namun konsumsinya tetap perlu dilakukan secara bijak.

Dilansir dari laman keslan.kemkes, pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, asesulfam-K, dan stevia telah melalui berbagai uji keamanan sebelum diizinkan digunakan dalam produk pangan sesuai batas konsumsi harian yang ditetapkan. Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa penggunaan pemanis buatan secara berlebihan bukan berarti bebas dari berbagai risiko yang dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minuman berpemanis buatan secara terus-menerus dapat membuat seseorang terbiasa dengan rasa yang sangat manis sehingga keinginan mengonsumsi makanan atau minuman manis semakin meningkat. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi pola makan sehat dan menyulitkan seseorang mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beberapa jenis pemanis buatan tertentu juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, terutama pemanis dari golongan gula alkohol seperti sorbitol dan maltitol. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perut kembung, kram, hingga diare pada sebagian orang yang memiliki sensitivitas terhadap bahan tersebut.

Para peneliti juga masih terus mempelajari hubungan antara konsumsi pemanis buatan dengan kesehatan metabolisme tubuh serta keseimbangan bakteri baik di dalam usus. Hingga saat ini hasil penelitian masih beragam, sehingga belum dapat disimpulkan bahwa pemanis buatan secara langsung menjadi penyebab berbagai penyakit apabila dikonsumsi sesuai batas aman.

Meskipun memiliki sejumlah risiko apabila dikonsumsi secara berlebihan, pemanis buatan tetap dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi gula, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti diabetes atau sedang menjalani program pengendalian berat badan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Namun, para ahli tetap menyarankan agar konsumsi minuman berpemanis, baik menggunakan gula maupun pemanis buatan, tidak dijadikan kebiasaan setiap hari.

Masyarakat dianjurkan untuk membiasakan diri mengonsumsi air putih sebagai sumber cairan utama serta menerapkan pola makan yang seimbang agar kesehatan tubuh tetap terjaga dalam jangka panjang. Dengan memahami manfaat dan risiko pemanis buatan serta mengonsumsinya secara wajar, masyarakat dapat menikmati produk tersebut dengan lebih aman tanpa mengabaikan pentingnya gaya hidup sehat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....