Kurangi Gula, Kulit Lebih Cerah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 10 Jun 2026 21:15 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Mengurangi konsumsi gula tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga dapat memberikan dampak positif pada kondisi kulit. Sejumlah ahli dermatologi menyebut pola makan rendah gula dapat membantu kulit tampak lebih cerah, sehat, dan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini.
Salah satu penyebabnya adalah proses glikasi, yaitu ketika kelebihan gula dalam darah berikatan dengan protein kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekenyalan kulit. Proses ini menghasilkan senyawa bernama Advanced Glycation End Products (AGEs) yang dapat merusak struktur kulit dan membuatnya tampak kusam serta lebih cepat berkerut.
| Baca juga: Cara Efektif Mengatasi Rambut Berminyak |
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Dermatology pada 2010 oleh peneliti dari Mount Sinai School of Medicine menjelaskan bahwa akumulasi AGEs berkontribusi terhadap penuaan kulit dan penurunan elastisitas jaringan. Semakin tinggi konsumsi gula sederhana, semakin besar pula risiko terjadinya kerusakan kolagen yang berpengaruh terhadap penampilan kulit.
Selain mempercepat penuaan, konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada 2007, makanan dengan indeks glikemik tinggi memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko jerawat karena memicu lonjakan hormon insulin dan produksi minyak berlebih pada kulit.
Mengurangi minuman manis, makanan olahan, serta camilan tinggi gula dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah dan mengurangi peradangan. Dalam beberapa minggu hingga bulan, sebagian orang mulai merasakan perubahan berupa kulit yang lebih segar, berkurangnya jerawat, dan warna kulit yang tampak lebih merata.
Para ahli gizi menyarankan agar kebutuhan gula tambahan dibatasi sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni kurang dari 10 persen dari total kebutuhan kalori harian, atau idealnya di bawah 5 persen untuk manfaat kesehatan yang lebih optimal. Kebutuhan rasa manis dapat dialihkan ke sumber alami seperti buah-buahan yang juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan.
Meski kulit yang lebih cerah tidak hanya ditentukan oleh pola makan, mengurangi konsumsi gula dapat menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam. Kebiasaan ini akan memberikan hasil yang lebih baik apabila dibarengi dengan tidur yang cukup, konsumsi air putih yang memadai, serta penggunaan tabir surya secara rutin untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....