Seberapa Sering Harus Scaling Gigi?
- 24 Jun 2026 11:35 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Scaling gigi merupakan prosedur pembersihan karang gigi yang dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi. Dokter gigi umumnya menyarankan scaling dilakukan secara berkala karena karang gigi tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi biasa.
Menurut rekomendasi para dokter gigi, orang dengan kondisi kesehatan mulut normal dianjurkan melakukan scaling setiap enam bulan sekali. Namun, bagi mereka yang memiliki risiko penyakit gusi, perokok aktif, penderita diabetes, atau pengguna kawat gigi, pemeriksaan dan scaling dapat dilakukan setiap tiga hingga empat bulan sesuai anjuran dokter.
| Baca juga: Idealnya Memilih Sikat Gigi untuk Anak |
Karang gigi terbentuk dari plak yang mengeras akibat penumpukan sisa makanan dan bakteri. Jika tidak dibersihkan, kondisi ini dapat memicu radang gusi, gusi berdarah, bau mulut, hingga meningkatkan risiko periodontitis yang dapat menyebabkan gigi goyang dan tanggal.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Periodontology pada 2015 menunjukkan bahwa perawatan periodontal secara rutin setiap tiga hingga enam bulan dapat membantu menjaga kesehatan jaringan penyangga gigi dan menurunkan risiko kekambuhan penyakit gusi. Studi tersebut melibatkan ribuan pasien yang menjalani pemeliharaan kesehatan gigi secara berkala dalam jangka panjang.
Sementara itu, tinjauan ilmiah dari Cochrane Oral Health pada 2020 yang menganalisis sejumlah penelitian mengenai frekuensi scaling menemukan bahwa manfaat pembersihan profesional secara rutin paling dirasakan pada kelompok yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit periodontal. Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya penyesuaian jadwal scaling berdasarkan kondisi masing-masing individu, bukan sekadar mengikuti jadwal yang sama untuk semua orang.
Banyak orang menunda scaling karena khawatir gigi menjadi renggang atau sensitif setelah dibersihkan. Padahal, menurut para dokter gigi, sensasi tersebut biasanya hanya bersifat sementara dan terjadi karena karang gigi yang sebelumnya menutupi celah alami di antara gigi telah dihilangkan.
Selain melakukan scaling secara berkala, menjaga kebersihan gigi dengan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela gigi dengan benang gigi, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula juga penting dilakukan. Dengan perawatan yang konsisten dan pemeriksaan rutin setiap enam bulan, kesehatan gigi dan gusi dapat terjaga lebih baik sehingga risiko gangguan mulut dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....