Imun Otak dan Terapi Tumor

  • 09 Jun 2026 21:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Imun otak merupakan konsep penting dalam memahami bagaimana sistem kekebalan tubuh berinteraksi dengan jaringan saraf pusat. Penelitian modern menunjukkan bahwa otak tidak sepenuhnya “terisolasi” dari sistem imun seperti yang dulu dipercaya.

Dulu otak dianggap memiliki immune privilege atau wilayah yang terlindungi dari sistem imun. Namun kini diketahui bahwa otak tetap berkomunikasi dengan sel imun melalui pembuluh darah, cairan serebrospinal, dan sistem limfatik meningeal.

Tumor otak terbagi menjadi tumor primer seperti glioma dan tumor sekunder atau metastasis dari kanker organ lain. Perbedaan asal tumor ini memengaruhi cara sistem imun mengenali dan merespons sel kanker di otak.

Sel imun bekerja dengan mengenali antigen atau “wajah” dari sel tumor yang dianggap asing oleh tubuh. Pada beberapa kasus, tumor dapat menghindari deteksi dengan mengubah atau menyembunyikan ekspresi antigennya.

Mikro-lingkungan tumor atau tumor immune microenvironment sangat menentukan keberhasilan respons imun terhadap kanker otak. Kondisi imunosupresif dapat melemahkan sel T sehingga tumor lebih mudah berkembang tanpa hambatan.

Dikutip dari tulisan dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D pada laman ayosehat.kemkes.go.id pada Rabu, 9 Juni 2026, perkembangan imunoterapi seperti vaksin tumor, virus onkolitik, dan CAR T cell menjadi harapan baru dalam pengobatan tumor otak. Pendekatan ini bertujuan membantu sistem imun mengenali dan menyerang sel kanker secara lebih efektif.

Pemahaman tentang imun otak membuka peluang terapi yang lebih personal dan berbasis molekuler di masa depan. Dengan riset yang terus berkembang, diharapkan penanganan tumor otak dapat menjadi lebih efektif dan terarah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....