Cegah Stunting Dengan Pola Asuh yang Baik

  • 29 Mei 2026 11:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID,Bengkulu - Stunting merupakan suatu keadaan dimana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan atau pada anak saat sedang dalam masa pertumbuhan.

Tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit. Tetapi stunting juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan saat ini dan produktivitas anak di masa dewasanya.

Stunting terkait dengan banyak penyebab, selain faktor asupan gizi ibu dan anak. Status kesehatan balita, ketahanan pangan, lingkungan sosial dan kesehatan, lingkungan pemukiman, kemiskinan juga sangat berpengaruh.

Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi juga sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak.

Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Stunting pada anak akan berlanjut hingga ia beranjak usia dewasa. Jadi sebelum stunting memberikan dampak pada tumbuh dan kembang anak secara menyeluruh, maka stunting harus dicegah.

Upaya yang bisa dilakukan untuk pencegahan stunting yaitu :

1. Pemberian pola asuh yang tepat

2. Memberikan MPASI yang optimal

3 Mengobati penyakit yang dialami anak

3. Perbaikan kebersihan lingkungan

4. Menerapkan hidup bersih keluarga

Untuk lebih mudah mengingatnya, Stunting dapat dicegah dengan melakukan ABCDE. Berikut penjelasanya :

A: Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)

Konsumsi TTD bagi remaja putri 1 tablet seminggu sekali. Dan konsumsi TTD bagi ibu hamil 1 tablet setiap hari (minimal 90 tablet selama kehamilan).

B: Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali

Periksa kehamilan minimal 6 (enam) kali, 2 (dua) kali oleh dokter menggunakan USG.

C: Cukupi konsumsi protein hewani

Konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia di atas 6 bulan.

D: Datang ke Posyandu setiap bulan

Datang dan lakukan pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke Posyandu setiap bulan.

E: Eksklusif ASI 6 bulan

ASI eksklusif (hanya konsumsi ASI saja) selama 6 bulan pertbulan. Dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan melengkapi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) tepat setelah berusia 6 bulan.

Sumber Kemenkes RI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....