Fakta Air Hujan Bisa Mengandung Bakteri

  • 11 Mei 2026 05:30 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Air hujan sering dianggap bersih karena berasal langsung dari alam. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan air hujan tetap berpotensi terkontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Kontaminasi biasanya terjadi ketika air hujan melewati udara dan permukaan atap sebelum ditampung. Debu, polusi, daun kering, hingga kotoran hewan dapat ikut terbawa masuk ke dalam penampungan air.

Sejumlah jurnal internasional menyebut air hujan dapat mengandung bakteri berbahaya seperti Escherichia coli dan Salmonella. Bakteri tersebut diketahui dapat memicu gangguan kesehatan apabila air dikonsumsi tanpa pengolahan.

Penelitian yang dipublikasikan melalui ScienceDirect menemukan adanya potensi patogen pada sistem penampungan air hujan rumah tangga. Risiko pencemaran meningkat ketika air disimpan dalam kondisi kurang higienis dan tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Kajian lain juga menjelaskan kualitas air hujan sangat dipengaruhi kondisi lingkungan sekitar. Jenis atap rumah, tingkat polusi udara, serta lama penyimpanan menjadi faktor yang menentukan kandungan bakteri dalam air.

Sementara itu, penelitian yang dimuat MDPI menemukan jumlah bakteri cenderung meningkat saat musim panas dan pada tempat penyimpanan yang tidak bersih. Karena itu, air hujan mentah tidak disarankan untuk langsung diminum tanpa proses penyaringan maupun desinfeksi.

Fenomena ini menunjukkan air hujan tidak selalu steril seperti anggapan sebagian masyarakat. Para peneliti menyarankan masyarakat rutin memeriksa kualitas air dan menjaga kebersihan penampungan agar air hujan tetap aman dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....