Aturan Lima Detik, Mitos atau Fakta?
- 18 Apr 2026 07:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah kamu menjatuhkan makanan lalu refleks mengambilnya dalam hitungan detik? Banyak orang merasa masih aman selama belum melewati lima detik. Kebiasaan ini sudah lama dipercaya tanpa banyak dipertanyakan.
Keyakinan tersebut dikenal sebagai aturan lima detik. Anggapannya sederhana, bakteri membutuhkan waktu untuk berpindah ke makanan. Karena itu, makanan dianggap masih layak dimakan jika cepat diambil.
Namun, sains tidak sepenuhnya mendukung anggapan ini. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri bisa berpindah hampir seketika saat makanan menyentuh permukaan. Prosesnya jauh lebih cepat dari yang dibayangkan.
Studi dari Rutgers University pada 2016 menemukan bahwa kontaminasi dapat terjadi dalam hitungan detik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jenis makanan dan kondisi permukaan sangat memengaruhi jumlah bakteri yang berpindah. Makanan lembap, misalnya, cenderung lebih mudah terkontaminasi dibanding makanan kering.
Meski begitu, waktu tetap berperan dalam tingkat kontaminasi. Semakin lama makanan berada di lantai, semakin besar jumlah bakteri yang menempel. Artinya, durasi memang berpengaruh, tetapi bukan penentu utama keamanan.
Hal ini membuat aturan lima detik tidak bisa dijadikan jaminan. Makanan yang jatuh tetap memiliki risiko membawa kuman, bahkan jika diambil dengan cepat. Risiko ini bisa meningkat tergantung kebersihan permukaan tempat makanan jatuh.
Mengacu pada penelitian Rutgers University dan berbagai studi keamanan pangan lainnya, pilihan paling aman adalah tidak mengonsumsi makanan yang sudah menyentuh lantai. Keputusan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....