Sering Main HP, Anak Jadi Berkacamata?

  • 03 Apr 2026 16:07 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggunaan smartphone pada anak-anak kini semakin sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari belajar hingga hiburan, layar digital menjadi bagian yang hampir selalu hadir dalam aktivitas mereka.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan orang tua terkait meningkatnya penggunaan kacamata pada anak sejak usia dini. Banyak yang menduga paparan layar smartphone menjadi salah satu penyebab utama gangguan penglihatan tersebut.

Secara medis, kondisi yang paling sering terjadi adalah miopia atau rabun jauh, di mana anak mengalami kesulitan melihat objek yang jauh. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kasus miopia pada anak berkaitan dengan kebiasaan melihat objek dekat dalam waktu lama, termasuk penggunaan gadget.

Organisasi kesehatan seperti World Health Organization menyebutkan bahwa faktor risiko gangguan penglihatan tidak hanya berasal dari layar digital. Kurangnya aktivitas di luar ruangan dan paparan cahaya alami juga berperan besar dalam meningkatkan risiko miopia pada anak.

Selain itu, studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah juga menunjukkan bahwa durasi penggunaan layar yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mata digital atau digital eye strain. Gejalanya meliputi mata kering, penglihatan kabur, hingga sakit kepala yang jika berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kualitas penglihatan.

Namun demikian, penggunaan smartphone bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan anak harus menggunakan kacamata. Faktor genetik juga memiliki pengaruh besar, di mana anak dengan orang tua yang memiliki riwayat rabun jauh cenderung lebih berisiko mengalami kondisi serupa.

Para ahli menyarankan agar orang tua mulai membatasi durasi penggunaan gadget pada anak serta menerapkan aturan seperti metode 20-20-20, yaitu mengalihkan pandangan setiap 20 menit selama 20 detik ke objek sejauh 20 kaki. Dengan pengawasan yang tepat dan keseimbangan aktivitas, risiko gangguan penglihatan pada anak dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....