Krisis Tidur Remaja Era Modern

  • 26 Mar 2026 13:42 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena krisis tidur pada remaja di era modern semakin menjadi perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Banyak remaja mengalami kekurangan waktu tidur akibat perubahan gaya hidup dan penggunaan teknologi yang berlebihan.

Salah satu faktor utama penyebab krisis tidur adalah kebiasaan menggunakan gadget hingga larut malam. Paparan cahaya biru dari layar ponsel atau laptop dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

Selain itu, tekanan akademik dan aktivitas sosial juga turut memengaruhi pola tidur remaja. Jadwal yang padat membuat waktu istirahat sering kali terabaikan demi menyelesaikan tugas atau berinteraksi di media sosial.

Penelitian dari American Academy of Sleep Medicine menyebutkan bahwa remaja membutuhkan waktu tidur sekitar 8 hingga 10 jam setiap malam. Namun, kenyataannya banyak remaja hanya tidur kurang dari 7 jam, yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, gangguan suasana hati, hingga menurunnya sistem kekebalan tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga berisiko meningkatkan masalah kesehatan seperti obesitas dan gangguan kecemasan.

Untuk mengatasi krisis tidur, remaja disarankan membatasi penggunaan gadget sebelum tidur dan mulai menerapkan rutinitas tidur yang teratur. Lingkungan tidur yang nyaman dan minim gangguan juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Kesadaran akan pentingnya tidur yang cukup perlu ditanamkan sejak dini, baik oleh remaja maupun orang tua. Dengan pola hidup yang lebih seimbang, krisis tidur di kalangan remaja dapat diminimalkan demi menjaga kesehatan dan produktivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....