Gorengan Tidak Baik untuk Berbuka Puasa, Ini Alasannya
- 23 Feb 2026 06:34 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Gorengan adalah salah satu hidangan favorit untuk berbuka puasa di Indonesia. Meski rasanya enak dan bikin ketagihan, nyatanya gorengan merupakan makanan yang tinggi kalori dan lemak trans, sehingga bisa memberikan efek negatif untuk kesehatan.
Merangkum dari laman alodokter.com berikut ini adalah perkiraan kandungan kalori dan lemak dalam beberapa gorengan per potongnya:
-Tempe goreng tepung mengandung 72 kalori dan 4,2 gram lemak
| Baca juga: Rutin Konsumsi Buah Baik untuk Kesehatan |
-Tahu isi mengandung 134 kalori dan 6,64 lemak
-Bakwan mengandung 137 kalori dan 11,59 gram lemak
- Pisang goreng mengandung 68 kalori dan 3,58 gram lemak
- Singkong goreng mengandung 40 kalori dan 1,58 gram lemak
Sementara itu, rata-rata kebutuhan kalori harian orang dewasa adalah sekitar 2.100 kalori/orang/hari. Hanya dengan makan 5 potong bakwan, kamu sudah memenuhi sekitar ¼ kebutuhan kalori harian. Padahal, saat berbuka puasa kamu tidak hanya makan gorengan, tetapi juga makanan lain, seperti nasi dan lauk-pauknya.
Asupan kalori berlebih tentu saja tidak baik bagi kesehatan. Jika terus-menerus mengonsumsi gorengan dalam jumlah banyak selama berbuka puasa, risiko terkena penyakit diabetes dan obesitas bisa meningkat.
Tak hanya itu, konsumsi gorengan yang berlebihan bisa memicu obesitas dan kolesterol tinggi, sehingga turut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko seseorang terkena penyakit jantung.
Jadi, mengonsumsi gorengan saat buka puasa sebenarnya boleh-boleh saja Namun, jangan berlebihan, cukup makan 1 potong gorengan favoritmu untuk memanjakan lidah setelah seharian berpuasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....