Headset Kabel atau Bluetooth, Mana Lebih Baik untuk Kesehatan?

  • 26 Apr 2026 09:32 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penggunaan headset baik kabel maupun Bluetooth telah lama menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari bekerja hingga hiburan. Namun, penggunaan headset yang tidak tepat dapat berdampak pada kesehatan telinga.

Headset kabel maupun Bluetooth pada dasarnya memiliki fungsi yang sama, yakni menyalurkan suara langsung ke telinga pengguna. Risiko utama bukan pada jenis headset, melainkan pada cara penggunaan seperti volume dan durasi pemakaian.

Dikutip dari laman keslan.kemkes.go.id pada Minggu, 26 April 2026, penggunaan headset dengan volume tinggi di atas 85 desibel dapat menyebabkan gangguan pendengaran, bahkan berisiko menimbulkan ketulian. Paparan suara keras secara terus-menerus membuat telinga beradaptasi dan berpotensi merusak fungsi pendengaran dalam jangka panjang.

Selain itu, penggunaan headset terlalu lama juga dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti nyeri telinga, infeksi, hingga tinnitus atau dengingan pada telinga. Kondisi ini bisa terjadi baik pada headset kabel maupun Bluetooth jika digunakan tanpa batas waktu yang jelas.

Penggunaan headset sebaiknya dibatasi, misalnya dengan aturan 60:60, yakni volume maksimal 60 persen dan durasi maksimal 60 menit. Jika digunakan melebihi batas tersebut, risiko gangguan pendengaran akan semakin meningkat.

Dari sisi kesehatan, headset over-ear dinilai lebih aman dibandingkan earbud karena tidak langsung masuk ke saluran telinga sehingga pengguna tidak perlu menaikkan volume terlalu tinggi. Hal ini membantu mengurangi paparan suara berlebih yang dapat merusak telinga.

Dengan demikian, tidak ada jenis headset yang mutlak lebih baik antara kabel dan Bluetooth dari sisi kesehatan. Yang terpenting adalah penggunaan yang bijak, menjaga volume, serta memberi waktu istirahat pada telinga agar tetap sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....