Tanda-tanda Kolesterol Tinggi di Dada yang Kerap Disepelekan

  • 14 Feb 2026 07:27 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kolesterol tinggi sering kali dijuluki sebagai "silent killer" karena gejalanya yang jarang disadari secara langsung. Banyak orang beranggapan bahwa kolesterol hanya bisa diketahui melalui tes darah, padahal tubuh sering kali mengirimkan sinyal halus, terutama di area dada.

Sayangnya, rasa tidak nyaman di dada sering kali dianggap sebagai "masuk angin" atau kelelahan biasa. Padahal, penumpukan plak akibat kolesterol (aterosklerosis) bisa menyempitkan aliran darah ke jantung.

Berikut adalah beberapa tanda di area dada yang berkaitan dengan kolesterol tinggi dan wajib Anda waspadai:

1. Nyeri Dada (Angina)

Ini adalah gejala yang paling umum. Rasanya seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat. Hal ini terjadi karena otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang cukup akibat penyumbatan lemak di pembuluh darah koroner.

2. Rasa Sesak Saat Beraktivitas

Jika Anda merasa terengah-engah atau sesak dada bahkan saat melakukan aktivitas ringan (seperti naik tangga atau berjalan santai), ini bisa menjadi indikasi adanya hambatan aliran darah. Dalam kondisi normal, jantung seharusnya mampu memompa darah dengan lancar tanpa menimbulkan rasa sesak yang berlebihan.

3. Nyeri yang Menjalar

Tanda kolesterol tinggi yang menyerang jantung sering kali tidak berdiam di satu titik. Rasa nyeri atau pegal di dada terkadang menjalar hingga ke:

  • Bahu kiri
  • Leher dan rahang
  • Lengan kiri

4. Sensasi "Terbakar" di Dada (Heartburn)

Banyak orang salah mengira gejala ini sebagai masalah lambung atau GERD. Namun, jika sensasi terbakar di dada ini muncul setelah aktivitas fisik dan tidak membaik dengan obat maag, bisa jadi itu adalah tanda masalah jantung akibat kolesterol tinggi.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jangan menunggu hingga nyeri menjadi tak tertahankan. Sebaiknya segera lakukan pengecekan medis jika:

  • Nyeri dada muncul secara berulang.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol.
  • Gaya hidup cenderung sedenter (jarang bergerak) dan sering mengonsumsi lemak jenuh.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pastikan Anda rutin mengecek kadar kolesterol setidaknya 6 bulan sekali dan mulai batasi asupan gorengan serta makanan bersantan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....