Rumah Panas Bukan Cuma karena Cuaca
- 05 Sep 2026 06:51 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Rumah yang terasa panas saat musim kemarau tidak hanya dipengaruhi suhu udara di luar, tetapi juga kondisi lingkungan dan karakter bangunan. Minimnya pepohonan serta dominasi permukaan keras seperti atap, jalan, dan halaman berlapis beton dapat membuat panas matahari lebih banyak terserap dan tersimpan.
Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat atau US Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan, pepohonan dan vegetasi membantu menurunkan suhu permukaan maupun udara melalui keteduhan dan proses evapotranspirasi. Sebaliknya, permukaan keras dan kering cenderung memberikan lebih sedikit keteduhan dan kelembapan sehingga dapat berkontribusi terhadap kondisi lingkungan yang lebih panas.
Dikutip dari laman US Environmental Protection Agency pada Sabtu, 5 September 2026, material seperti perkerasan jalan dan atap pada umumnya menyerap serta melepaskan lebih banyak panas matahari dibandingkan pepohonan dan permukaan alami. Panas yang tersimpan pada material tersebut juga dapat dilepaskan secara perlahan setelah matahari terbenam.
Atap menjadi salah satu bagian rumah yang perlu diperhatikan karena menerima paparan matahari secara langsung dalam waktu lama. Departemen Energi Amerika Serikat menjelaskan, atap dengan kemampuan memantulkan radiasi matahari yang lebih tinggi dapat mengurangi panas yang diserap sehingga suhu atap lebih rendah.
Keteduhan di sekitar rumah juga dapat membantu mengurangi paparan panas matahari pada bangunan. Menanam pohon dan vegetasi di lokasi yang tepat dapat memberikan naungan pada bagian rumah sekaligus membantu mendinginkan lingkungan di sekitarnya.
Selain lingkungan luar, pengaturan bukaan rumah turut menentukan kenyamanan penghuni karena ventilasi dapat membantu pertukaran udara dalam kondisi yang sesuai. Departemen Energi Amerika Serikat menyebut jendela yang dapat dibuka untuk menciptakan ventilasi silang merupakan salah satu strategi pendinginan alami, meski efektivitas ventilasi sangat bergantung pada kondisi iklim serta udara luar.
Upaya membuat rumah lebih nyaman saat cuaca panas karena itu tidak harus selalu bergantung pada pendingin udara. Peneduhan pada jendela, vegetasi di sekitar bangunan, pemilihan atap yang mengurangi penyerapan panas, serta pengaturan ventilasi dapat dipertimbangkan sesuai kondisi rumah dan iklim setempat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....