Robot Humanoid Mulai Masuk Dunia Kerja, Akankah Pekerjaan Manusia Tergantikan?
- 24 Agt 2026 12:26 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Perkembangan robot humanoid semakin mendekati dunia kerja nyata, tidak lagi sekadar menjadi tontonan teknologi. Di China, robot mulai diuji untuk berbagai tugas seperti penyortiran paket, pengemasan, pekerjaan manufaktur hingga layanan rumah tangga.
Perkembangan itu terlihat dalam World Robot Conference 2026 di Beijing yang diikuti lebih dari 300 perusahaan robotika. Sejumlah perusahaan memperkenalkan robot yang dirancang untuk bekerja di lingkungan industri dan menjalankan tugas yang sebelumnya dilakukan manusia.
Ekonom Yale University, Pascual Restrepo, mengatakan otomatisasi pada dasarnya menggantikan tugas tertentu dalam sebuah pekerjaan, bukan selalu menghilangkan seluruh profesi. Associate Professor of Economics yang meneliti teknologi dan pasar tenaga kerja itu menjelaskan pekerja kemudian dapat beralih pada tugas lain yang belum dapat diotomatisasi.
Penelitian Restrepo bersama Daron Acemoglu yang diterbitkan dalam Quarterly Journal of Economics pada 2026 menunjukkan otomatisasi dapat meningkatkan produktivitas, tetapi juga berpotensi menekan upah pada kelompok pekerja yang tugasnya terdampak. Dampaknya terhadap tenaga kerja karena itu perlu dilihat dari jenis tugas yang digantikan dan kemampuan pekerja beradaptasi.
| Baca juga: Apa Itu Jejak Digital dan Cara Menjaganya? |
Kekhawatiran terhadap penggantian tenaga manusia juga muncul karena kemampuan robot terus berkembang. Dalam World Humanoid Robot Games di Beijing, robot diuji tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga tugas seperti pengemasan, pekerjaan gudang, pengisian kendaraan listrik dan aktivitas yang membutuhkan ketelitian.
Meski demikian, robot humanoid belum sepenuhnya siap menggantikan manusia dalam pekerjaan kompleks. Reuters melaporkan industri masih menghadapi tantangan dalam kemampuan robot memahami lingkungan nyata, menjalankan tugas secara mandiri dan mencapai tingkat efisiensi yang dibutuhkan untuk penggunaan massal.
Perkembangan tersebut menunjukkan masa depan dunia kerja kemungkinan lebih banyak diwarnai perubahan tugas daripada hilangnya seluruh pekerjaan manusia. Karena itu, kemampuan beradaptasi dan menguasai teknologi menjadi semakin penting agar pekerja dapat mengambil peran baru ketika sebagian pekerjaan mulai dilakukan oleh mesin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....