Jejak Laut Purba: Mengapa Fosil Makhluk Laut Bisa Ditemukan di Pegunungan

  • 18 Agt 2026 21:51 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Penemuan fosil makhluk laut seperti kerang dan amonit di puncak pegunungan tinggi sering kali memicu keheranan masyarakat awam. Kendati berada ribuan meter di atas permukaan laut, keberadaan fosil tersebut sebenarnya merupakan bukti nyata dari dinamika geologi bumi selama jutaan tahun.

Prosedur Pengendapan di Dasar Laut Purba

Jutaan tahun yang lalu, wilayah yang kini berdiri sebagai rantai pegunungan terjal dulunya merupakan dasar lautan yang dangkal dan kaya akan kehidupan. Ketika organisme laut mati, sisa-sisa tubuh mereka tenggelam lalu tertimbun oleh lapisan sedimen lumpur serta pasir secara terus-menerus.

Seiring berjalannya waktu geologis, tekanan tinggi dan proses mineralisasi mengubah sedimen lembut tersebut menjadi batuan sedimen keras yang mengunci fosil di dalamnya. Akibatnya, jejak biologis organisme purba terawetkan dengan sempurna di dalam struktur batuan dasar laut tersebut.

Dahsyatnya Pergerakan Lempeng Tektonik

Perubahan besar terjadi ketika lempeng-lempeng tektonik utama bumi saling bertabrakan akibat arus konveksi di dalam mantel bumi. Tumbukan hebat antara dua lempeng benua ini memaksa kerak bumi melipat dan terdorong naik secara perlahan ke atas.

Proses pengangkatan daratan atau tectonic uplift ini membawa lapisan dasar laut yang berisi fosil naik hingga mencapai ketinggian ribuan meter. Fenomena inilah yang membentuk barisan pegunungan raksasa di dunia, seperti Pegunungan Himalaya dan Puncak Everest.

Singkapan Batuan Melalui Peristiwa Erosi

Setelah pengangkatan terjadi, proses erosi alami yang disebabkan oleh angin, hujan, dan gletser mulai mengikis lapisan batuan terluar pegunungan. Pengikisan yang berlangsung selama jutaan tahun tersebut akhirnya menyingkap batuan sedimen tua dan memunculkan fosil laut ke permukaan.

Kini, para ilmuwan memanfaatkan fosil-fosil laut di ketinggian tersebut untuk merekonstruksi sejarah iklim serta peta pergeseran benua di masa lampau. Penemuan fenomena geologi ini membuktikan bahwa wujud permukaan bumi bersifat dinamis dan terus berubah seiring waktu.

Sumber

  • U.S. Geological Survey (USGS): Understanding Plate Motions and Marine Fossils in Mountain Ranges
  • National Geographic Society: Tethys Ocean History and Himalayan Uplift Studies
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....