Waspada Deepfake di Era AI
- 24 Jun 2026 23:17 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Sebuah video yang menampilkan tokoh publik atau seseorang mengucapkan sesuatu belum tentu menggambarkan kejadian yang sebenarnya. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan kini memungkinkan pembuatan konten yang tampak nyata, padahal merupakan hasil manipulasi digital.
Teknologi tersebut dikenal sebagai deepfake, yaitu teknik yang memanfaatkan AI untuk membuat atau mengubah foto, video, maupun suara agar menyerupai orang tertentu. Hasilnya dapat terlihat sangat meyakinkan sehingga sulit dibedakan dari konten asli.
Menurut UNESCO, perkembangan AI generatif membuka banyak peluang dalam berbagai bidang, tetapi juga menghadirkan tantangan baru terkait keakuratan informasi. Salah satunya adalah meningkatnya potensi penyebaran konten palsu yang dapat menyesatkan masyarakat.
Deepfake tidak hanya berisiko digunakan untuk menyebarkan hoaks, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk penipuan dan pencemaran nama baik. Dalam beberapa kasus, teknologi ini bahkan digunakan untuk membuat pernyataan atau tindakan yang sebenarnya tidak pernah dilakukan oleh seseorang.
Meski semakin canggih, sejumlah konten deepfake masih memiliki tanda yang dapat dikenali. Gerakan bibir yang kurang selaras dengan suara, ekspresi wajah yang tidak alami, atau sumber unggahan yang tidak jelas dapat menjadi petunjuk untuk lebih berhati-hati.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di ruang digital. Memeriksa sumber informasi dan membandingkannya dengan kanal resmi menjadi langkah penting untuk menghindari kesalahan informasi.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kemampuan memilah informasi menjadi bagian penting dari literasi digital. Dengan memahami apa itu deepfake dan risiko yang ditimbulkannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi berbagai konten yang beredar di internet.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....