Bupati: Pengembangan WKP Harus Libatkan Masyarakat

  • 15 Agt 2026 19:44 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Kepahiang - Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam mendukung tahapan awal peningkatan jalan dan jembatan menuju lokasi pengeboran Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Kepahiang. Penegasan tersebut disampaikan Bupati dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi Forkopimda yang membahas pelaksanaan tahapan awal infrastruktur akses tersebut pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Pemerintah Kabupaten Kepahiang terus berkomitmen mengawal proyek energi hijau ini agar memberikan dampak optimal bagi kemajuan wilayah. Menurut Bupati, Kabupaten Kepahiang memiliki potensi panas bumi strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah dan masyarakat, sehingga pembangunan infrastruktur pendukung harus dilaksanakan secara aman, tepat waktu, serta tetap memperhatikan kepentingan warga dan kelestarian lingkungan.

"Keberhasilan pembangunan akses jalan dan jembatan menuju lokasi pengeboran memerlukan sinergi seluruh unsur. Forkopimda, perangkat daerah, perusahaan dan masyarakat," kata Bupati.

Sektor ketenagalistrikan turut memaparkan skema teknis serta target operasional pembangkit energi bersih tersebut. Sementara itu, Manager PLN UPP Sumbagsel 2 (SBS 2) Adi Saputro mengatakan PLTP Kepahiang direncanakan memiliki kapasitas akhir 2x55 megawatt (MW), dengan tahap awal pengembangan 30 MW dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2030.

"Pengembangan panas bumi tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan energi. Tetapi juga berpotensi memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat Kepahiang," ujar Adi.

Pihak pengembang menguraikan bahwa proyek ini mencakup perbaikan fisik drainase, penguatan lereng, hingga program tanggung jawab sosial (TJSL) seperti program BENDERANG di Desa Air Sempiang untuk memberdayakan UMKM lokal. Selain membuka lapangan kerja baru, skema penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bonus produksi juga diproyeksikan bakal mendongkrak pendapatan daerah secara signifikan.

Proses pengerjaan lapangan saat ini difokuskan pada pemenuhan legalitas administrasi dan penyiapan jalur transportasi penunjang. PLN menegaskan pengembangan WKP Kepahiang saat ini masih dalam tahap penyelesaian perizinan, pengadaan lahan, serta persiapan infrastruktur sipil menuju lokasi wellpad KPH-A, KPH-B, dan KPH-C, sehingga kegiatan pengeboran eksplorasi utama belum dimulai.

Pemerintah daerah berharap iklim investasi yang kondusif ini dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lokal secara inklusif. Bupati berharap seluruh tahapan berjalan aman dan lancar tanpa menimbulkan konflik sosial, sekaligus mampu mendukung masuknya investasi, menggerakkan perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kepahiang.

"Pengembangan PLTP Kepahiang diharapkan menjadi investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah dengan tetap mengedepankan keberlanjutan lingkungan. Serta keterlibatan masyarakat lokal," kata Bupati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....