Kampung Nelayan Merah Putih Serap 17.550 Tenaga Kerja
- 08 Jan 2026 11:10 WIB
- Bengkulu
KBRN, Bengkulu: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 65 lokasi telah menyerap 17.550 tenaga kerja. Rata-rata penyerapan tenaga kerja di setiap daerah mencapai sekitar 270 orang.
Dari Siaran Pers KKP pada (7/1/2026), Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengatakan bahwa tenaga kerja yang terserap berasal dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga nelayan dan operasional KNMP. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah seiring pengelolaan fasilitas, logistik perikanan, serta dukungan layanan hulu dan hilir.
Menurut Latif, peningkatan penyerapan tenaga kerja sejalan dengan mandat Presiden Republik Indonesia yang tertuang dalam Asta Cita. Program ini secara khusus mendukung penciptaan lapangan kerja serta penguatan kemandirian ekonomi di tingkat lokal.
Latif menjelaskan bahwa pembangunan KNMP merupakan bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi pesisir yang inklusif melalui pendekatan social engineering.
KNMP menyediakan berbagai fasilitas seperti dermaga, cold storage, dan pabrik es untuk mendukung aktivitas perikanan. Program ini menjadi peluang nyata bagi masyarakat pesisir untuk bangkit secara ekonomi dan sosial.
Pada tahap pertama, pembangunan KNMP menyasar 65 titik di seluruh pesisir Indonesia dan akan dilanjutkan dengan 35 titik pada tahap kedua. Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan hingga 1.000 titik guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menyatakan bahwa program KNMP mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir melalui penguatan peran koperasi desa.