Pariwisata Indonesia 2025: Inovasi Berbasis Keberlanjutan dan Budaya

  • 07 Mei 2025 10:54 WIB
  •  Bengkulu

KBRN, BENGKULU - Indonesia memasuki era baru pariwisata yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada pengalaman mendalam. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menetapkan arah strategis yang menekankan pada pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengembangan destinasi yang unik dan bermakna.

Empat Tren Pariwisata Unggulan

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, mengidentifikasi empat tren utama yang akan mendominasi sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2024 dan seterusnya, yang dikutip dari KemenPANRB pada Rabu (07/5/2025).

Bleisure (Business and Leisure): Kombinasi antara perjalanan bisnis dan rekreasi, memanfaatkan fleksibilitas kerja jarak jauh untuk menjelajahi destinasi wisata.

Wellness Experience: Fokus pada kesehatan fisik dan mental melalui kegiatan seperti yoga, meditasi, dan perawatan spa di lingkungan alami.

Deep and Meaningful: Pencarian pengalaman wisata yang autentik dan bermakna, termasuk interaksi dengan budaya lokal dan kegiatan sosial.

Set-Jetting: Kunjungan ke lokasi syuting film atau serial populer, yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Pengembangan Destinasi Berbasis NEWA

Kemenparekraf juga mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis NEWA (Nature, Ecotourism, Wellness, and Adventure), yang menekankan pada kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. Contohnya adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali sebagai pusat wisata kesehatan dan kebugaran. Dikutip Kementerian PANRB pada Rabu (07/5/2025).

Investasi dalam Pariwisata Hijau

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menekankan pentingnya investasi hijau dalam sektor pariwisata. Data menunjukkan bahwa antara tahun 2018 hingga 2022, investasi asing langsung (FDI) di sektor pariwisata Indonesia mencapai 225,28 miliar dolar AS, dengan fokus pada pembangunan hotel dan aktivitas pariwisata yang ramah lingkungan. Investasi ini tidak hanya meningkatkan kualitas destinasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Revitalisasi Destinasi Sejarah dan Jurnalistik

Sebagai bagian dari diversifikasi produk wisata, Kemenparekraf mendukung revitalisasi destinasi sejarah dan jurnalistik. Salah satu inisiatif terbaru adalah peresmian Antara Heritage Center (AHC) di Jakarta pada Mei 2024. AHC merupakan kompleks bangunan cagar budaya yang telah direvitalisasi menjadi pusat edukasi dan wisata sejarah, menampilkan perjalanan jurnalistik Indonesia sejak era kolonial hingga kemerdekaan.

Menuju Pariwisata Berkelanjutan 2045

Kemenparekraf berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai pilar utama dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia menuju tahun 2045. Melalui pendekatan yang holistik, termasuk pengembangan sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, dan pemanfaatan teknologi, sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan pelestarian budaya bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....