Indonesia Tegaskan Komitmen Pengelolaan Mangrove Berkelanjutan di Forum ASEAN

  • 29 Jul 2026 10:23 WIB
  •  Bengkulu
Poin Utama
  • Indonesia kembali menunjukkan kepemimpinan strategisnya dalam kerja sama kehutanan ASEAN pada forum The 21st ASEAN Working Group on Forest Management (21st AWG-FM) di Siem Reap, Kamboja.
  • Sebagai wujud kepemimpinan di tingkat global, Indonesia turut memperkenalkan inisiatif pembentukan World Mangrove Center (WMC) yang diinisiasi oleh Kementerian Kehutanan.
  • Ke depan, Indonesia akan terus mendorong pengakuan internasional terhadap World Mangrove Center melalui berbagai forum strategis seperti COP30, UNFF21, dan APEC.

RRI.CO.ID, Bengkulu - Indonesia kembali menunjukkan kepemimpinan strategisnya dalam kerja sama kehutanan ASEAN pada forum The 21st ASEAN Working Group on Forest Management (21st AWG-FM) di Siem Reap, Kamboja. Delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Dr. Ristianto Pribadi, menegaskan komitmen kuat untuk memperkuat pengelolaan ekosistem mangrove yang berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Dikutip dari Siaran Pers Kemenhut tanggal 28 Juli 2026, sesuai arahan arahan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, diplomasi kehutanan terus diperkuat sebagai instrumen untuk menghadirkan solusi konkret atas berbagai tantangan lingkungan. Langkah ini bertujuan menjadikan Indonesia tidak hanya berhasil mengelola hutannya sendiri, tetapi juga menjadi mitra strategis yang aktif berbagi pengalaman.

Ekosistem mangrove dinilai memiliki peran vital bagi mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat kawasan pesisir. Namun demikian, keberadaan ekosistem ini masih menghadapi ancaman serius dari deforestasi, konversi lahan, serta pencemaran lingkungan.

Sejak memprakarsai pembentukan ASEAN Mangrove Network (AMNet) di Surabaya pada tahun 2014, Indonesia senantiasa konsisten memimpin sinergi pengelolaan mangrove di ASEAN. Berbagai capaian nyata pada Phase I kini dilanjutkan dengan dukungan penuh terhadap pelaksanaan AMNet Phase II untuk memperluas praktik pengelolaan berbasis masyarakat.

Sebagai wujud kepemimpinan di tingkat global, Indonesia turut memperkenalkan inisiatif pembentukan World Mangrove Center (WMC) yang diinisiasi oleh Kementerian Kehutanan. WMC dirancang sebagai pusat kolaborasi internasional yang menghubungkan ilmu pengetahuan, kebijakan, pembiayaan, serta aksi nyata rehabilitasi mangrove.

Inisiatif ini memanfaatkan Mangrove Information Center (MIC) Bali sebagai pusat operasional dengan memperkuat jejaring AMNet sebagai fondasi regionalnya. Melalui platform inklusif ini, seluruh pemangku kepentingan dapat terhubung secara optimal guna mempercepat konservasi mangrove dunia.

Ke depan, Indonesia akan terus mendorong pengakuan internasional terhadap World Mangrove Center melalui berbagai forum strategis seperti COP30, UNFF21, dan APEC. Komitmen berkelanjutan ini diharapkan semakin memperkuat posisi ASEAN dalam berkontribusi nyata terhadap target iklim global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....