Sebanyak 33 Calon Jemaah Haji Kloter 5 PadangMemilki Penyakit Resiko Tinggi
- 30 Apr 2026 13:38 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID,Bengkulu -Jumlah calon jemaah haji (CJH) asal Bengkulu tahun 2026 yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Padang tercatat sebanyak 167 orang. Saat ini, seluruh jemaah dalam kloter tersebut telah berada di Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji.
Berdasarkan data kesehatan, kloter ini memiliki sejumlah jemaah dengan kondisi medis yang memerlukan perhatian khusus. Hasil pemeriksaan tim kesehatan di Asrama Haji Antara Provinsi Bengkulu menunjukkan adanya jemaah dengan kategori risiko tinggi, khususnya pada usia sekitar 60 tahun.
| Baca juga: Haru Kepulangan Haji Kloter 4 |
Tercatat sebanyak 25 jemaah menderita hipertensi yang disertai diabetes. Selain itu, enam jemaah memiliki riwayat penyakit jantung dan dua jemaah lainnya mengidap penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Dengan demikian, total jemaah dengan penyakit penyerta dalam kategori tersebut mencapai 33 orang.
Dalam pelayanan kesehatan, terdapat tiga jemaah yang mendapatkan perawatan rawat jalan selama proses keberangkatan. Sementara itu, sebanyak 11 jemaah menggunakan alat bantu mobilitas, yang terdiri dari delapan jemaah menggunakan tongkat dan tiga jemaah menggunakan kursi roda.
Dari sisi status kesehatan lansia, tercatat sebanyak 61 jemaah lansia memiliki riwayat penyakit, sedangkan sembilan jemaah lainnya dinyatakan sehat. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah jemaah dalam kloter ini terdiri dari 71 pria dan 96 wanita yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Komposisi asal daerah jemaah dalam kloter 5 ini didominasi oleh Kota Bengkulu sebanyak 129 orang. Selain itu, terdapat sembilan jemaah dari Bengkulu Tengah, tujuh jemaah dari Rejang Lebong, enam jemaah dari Mukomuko, lima jemaah dari Seluma, empat jemaah dari Kaur, empat jemaah dari Kepahiang, serta tiga jemaah dari Bengkulu Selatan.
Tim Kesehatan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Bengkulu, dr. Ester Meylina, menjelaskan bahwa berdasarkan data, terdapat 72 jemaah wanita dan 55 jemaah pria yang masuk kategori risiko tinggi pada kloter ini. Kondisi tersebut menjadi dasar dalam pengawasan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji.
“Kondisi kesehatan jemaah ini dipantau dan telah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menangani pemeriksaan serta pengobatan. Tim kesehatan tentu telah mempertimbangkan aspek kelayakan terbang bagi setiap jemaah,” jelas dr. Ester. Ia menambahkan, seluruh jemaah telah menjalani pemeriksaan kesehatan selama masa karantina di asrama haji, termasuk didampingi oleh tiga orang petugas kloter dalam rombongan tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....