30 Hari TNI Manunggal Bersama Rakyat Membangun Desa
- 30 Mar 2025 14:47 WIB
- Bengkulu
KBRN, BENGKULU: Kehadiran prajurit TNI dari Kodim 0407/Kota Bengkulu di Desa Tengah Padang, Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah, dalam rangka melaksanakan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-123 telah memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat setempat.
Dalam tempo 30 hari sejak dimulai, sejumlah program pembangunan berhasil direalisasikan. Mulai program pembangunan fisik seperti infrastruktur jalan, sumur bor, penghijauan, dan menanam padi gogo hingga ke non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, posyandu, dan lainnya.
Pencapaian target pembangunan melalui TMMD itu merupakan bukti nyata bahwa TNI hadir untuk rakyat, tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Program TMMD memang terbukti mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Danrem 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Rachmad Zulkarnaen menyatakan program TMMD memang diharapkan memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Ia menegaskan bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga bentuk nyata sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat menentukan keberhasilan program ini. Kami akan terus menyesuaikan program dengan kebutuhan di setiap wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Dandim 0407/Kota Bengkulu, Kol. Inf. Widi Rahman, SH., M.Si mengatakan program TMMD ke-123 di Desa Tengah Padang antara lain pembukaan jalan sepanjang 1.781 meter lebar 8 meter. Jalan ini langsung diperkeras selebar 4 meter. Selain itu ada juga pembangunan plat deuker 2 unit, gorong-gorong 1 unit, rehab RTLH 1 unit, sumur bor 5 unit, program ketahanan pangan 2 hektar yang dilaksanakan bersama poktan.
"Ada juga program non-fisik seperti penyuluhan bahaya Narkoba, kesehatan, posyandu, stunting, pengobatan gratis. Termasuk sosialisasi program TNI yang membuka peluang sebesar-besarnya bagi generasi muda untuk bergabung dengan kami TNI Angkatan Darat," ujarnya.
Widi Rahman menyatakan TMMD ke-123 Kodim 0407/Kota Bengkulu dimaksudkan untuk berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat. Melalui pembangunan jalan antar desa sepanjang 1.780 meter dan lebar delapan meter, mobilitas warga kini menjadi lebih mudah dan cepat. Terutama untuk menuju ke areal perkebunan yang mereka miliki, seperti sawit dan karet.
Yasri, warga Desa Tengah Padang mengakui pembangunan jalan itu merupakan manfaat terbesar baginya dengan adanya TMMD di desanya tersebut. "Itu lah yang besar manfaatnya. Mau ke kebun jalan bagus sekali, tidak becek lagi, bawa sawit aman. Bawa karet aman sekali," cetus Yasri sumringah.
Yasri mengatakan, biasanya jika cuaca hujan, dia dan warga desa harus berjalan kaki jika hendak ke kebun. Yasri sendiri bisa menempuh perjalanan satu jam sebelum tiba di kebunnya yang berjarak 2 km dari rumahnya.
"Biasanya kalau ke kebun cuaca hujan harus jalan kaki dan bisa tempuh satu jam sampai ke kebun karena perjalanan berbelok-belok. Dengan adanya jalan TMMD maka perjalanan menjadi lebih mudah dan cepat. Karena jalannya lurus. Sekarang bisa 10 menit," ujarnya.
Yasri mengaku senang sekali dengan pembangunan infrastruktur jalan. Saking senangnya, pria itu mengaku langsung menunggangi kuda besi bututnya saat alat berat mulai menggusur tanah untuk membuka badan jalan.
"Yang saya senang, jalan ini jadi bagus. Karena bawa apa saja sekarang senang, tidak ada halangan lagi. Sekarang saya senang sekali karena cukup jalan kaki bisa cepat sampai ke kebun," katanya lagi. "Begitu mulai ada penggusuran saya langsung pakai motor butut ini. Biasanya cuma jalan kaki."
Merasa gembira dan senang juga diungkapkan warga lainnya bernama Fatimah. Menurut Fatimah, dengan adanya jalan desa itu maka warga dimudahkan jika hendak melakukan berbagai aktivitas.
"Karena ada jalan ini, ya lewat jalan ini, jalan ini bikin warga senang, karena mau ambil apa-apa sudah gampang. Mobil juga bisa datang menjemput hasil kebun," ucap Fatmawati.
Seperti Yasri, Fatmawati juga lebih sering berjalan kaki jika hendak ke kebunnya. Meski tak tahu persis jaraknya, ia mengaku bisa menghabiskan waktu hampir satu jam di perjalanan sebelum tiba di kebunnya.
"Biasa jalan kaki ke kebun bisa hampir sejam, apalagi kalau turun hujan, sulit. Tapi kalau jalan sudah jadi, bisa lebih cepat," katanya.
Kades Tengah Padang, Arshandi mengatakan dengan dibukanya jalan tersebut, tentu akan memberi manfaat bagi warganya. Baik akses maupun ekonomi.
"Manfaatnya sudah jelas. Selama ini warga mengangkut hasil pertanian secara manual. Adanya jalan ini akses warga mengangkut hasil pertaniannya makin lancar. Ini bisa berdampak kepada ekonomi warga nantinya," katanya.
Arshandi menambahkan, dari 427 KK atau 1.423 jiwa jumlah penduduk di desanya, mayoritas bermata pencaharian sebagai petani kebun. Utamanya berkebun sawit dan karet. "Sehingga jalan ini menjadi jalan pintas bagi warga kami dan Jayakarta. Kalau selama ini hanya bisa dilalui dengan sepeda motor karena masih jalan setapak," urainya.
Arshandi menandaskan, selain menjadi akses utama bagi warga di dua desa, Tengah Padang dan Jayakarta, ke areal perkebunannya, jalan TMMD ini nantinya akan menjadi pilihan utama untuk menuju ke pasar terdekat, yaitu Pasar Kembang Seri.
Selain jalan, TMMD regular ini juga membangun fasilitas sumber air bersih berupa sumur bor. Ada dua titik. Masing-masing ada di areal masjid dan satu lagi di sekitar lokasi PAUD.
“Sumur bor ini tidak hanya untuk kebutuhan masjid, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh warga yang tinggal di sekitarnya, terutama saat musim kemarau,” ujar Serma Eko Purwanto, Babinsa Tengah Padang.
Warga setempat menyambut baik pembangunan sumur bor ini karena selama ini mereka sering mengalami keterbatasan air bersih. “Kami sangat berterima kasih kepada TNI, khususnya Satgas TMMD, karena dengan adanya sumur ini, kebutuhan air di masjid dan desa kami bisa terpenuhi dengan lebih baik,” ungkap Sarif, salah satu warga Tengah Padang.
Bersama Rakyat
Tak hanya dengan pendekatan program fisik dan non-fisik. TMMD ke-123 Kodim 0407/Kota Bengkulu ini juga dilaksanakan dengan kebersamaan dengan masyarakat. Ini tercermin dari sinergi Satgas TMMD dan warga yang bergotong-royong, bahu-membahu saat melaksanakan sejumlah program TMMD.
Tak hanya itu, sejumlah personil Satgas TMMD bahkan tinggal di rumah penduduk selama berlangsungnya TMMD ini. Ini rupanya menjadi pengalaman tersendiri bagi personil dan warga.
Seperti dialami Maimunah (42) dan keluarga. Mereka mengaku bahagia saat menyambut kedatangan lima personel Satgas TMMD ke-123 Kodim 0407/Kota Bengkulu yang akan tinggal di rumahnya selama pelaksanaan TMMD.
Maimunah mengaku bahwa dirinya dan keluarga telah mengetahui bahwa rumahnya akan menjadi tempat tinggal Satgas TMMD jauh sebelum pelaksanaan TMMD yang dibuka secara resmi oleh Pj Bupati Bengkulu Tengah pada hari Rabu (19/2/2025). “Sudah kami tunggu-tunggu,” kata Maimunah, Kamis (20/2/2025).
Kepala Desa Tengah Padang Arshandi juga menyambut baik keberadaan Satgas TMMD yang tinggal di rumah-rumah warga di desa yang dipimpinnya. "Kami sangat mendukung karena meningkatkan kebersamaan serta wadah untuk saling tukar menukar informasi dan pengalaman antara personel Satgas dan masyarakat. Kami berharap ke depan kebersamaan ini akan terus berlanjut," ucapnya.
Dansatgas TMMD Kodim 0407/Kota Bengkulu Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si juga menekankan agar personel Satgas yang tinggal di rumah-rumah warga untuk selalu menjaga tingkah laku dan menjadikan momen ini untuk mencari saudara sebanyak-banyaknya.
“Mereka adalah ayah, ibu, saudara dan keluarga asuh selama pelaksanaan TMMD. Untuk itu jaga tingkah laku dan berinteraksilah dengan baik,” tegasnya.
Widi Rahman berharap dengan kegiatan ini akan lebih meningkatkan kemanunggal TNI dengan rakyat dan kehadiran Satgas TMMD sangat dirasakan manfaatnya untuk pembangunan, kesejahteraan dan ketahanan nasional, khususnya di wilayah Bengkulu Tengah.