Dibalik Sosok Dermawan Bebby Hussy yang Terjerat Kasus Tambang Bengkulu
- 12 Mar 2026 21:27 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Skandal Perkara Pertambangan Dugaan Korupsi yang kini berproses di persidangan Pengadilan Tipkor Bengkulu, menyeret salah seorang pengusaha terkenal di Bengkulu Bebby Hussy. Ternyata, banyak tak melihat sisi kepedulian social yang jarang tersorot Media massa begitu banyak membantu program pemerintah.
Sebuah sisi kemanusiaan dari sosok Bebby Hussy terungkap di tengah persidangan dugaan korupsi sektor pertambangan yang melibatkan PT Ratu Samban Mining (RSM) di Bengkulu. Pengadilan Tipikor pada PN Bengkulu, Kamis 12 Maret 2026, menjadi saksi atas narasi kedermawanan Bebby Hussy dan Saskya Hussy sebagai penyokong hidup bagi mereka yang terpinggirkan.
Kesaksian ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Dharma Bhakti Kesejahteraan Sosial Provinsi Bengkulu, Hetty Hartati, yang hadir sebagai saksi meringankan (ade charge). Hetty Hartati mengungkapkan bahwa kepedulian Bebby Hussy terhadap anak-anak penyandang disabilitas telah menjadi komitmen yang mengakar selama 20 tahun terakhir.
“Bantuan beliau mencakup seluruh sendi kehidupan di panti kami. Mulai dari biaya operasional harian, akses kesehatan, hingga jaminan pendidikan bagi anak-anak,” papar Hetty.
“Kemanapun anak-anak ingin melanjutkan studi, Pak Bebby selalu siap pasang badan,” ujar Hetty.
Berkat dukungan tersebut, beberapa anak panti kini mampu menempuh pendidikan hingga bangku perguruan tinggi, sebuah pencapaian sulit bagi penyandang disabilitas tanpa bantuan sosok seorang Bebby.
Namun, jeratan hukum yang menimpa Bebby Hussy kini menciptakan guncangan pada ekosistem sosial yang telah terbangun itu. Hetty mengakui adanya kesulitan operasional yang mulai terasa di panti sejak Bebby tersandung masalah hukum.
Meski demikian, nilai-nilai kepedulian tersebut tampaknya telah mendarah daging di lingkaran keluarga Bebby Hussy. “Kami memang mulai kesulitan, namun syukur, pihak keluarga Pak Bebby masih rutin datang dan memberikan bantuan agar panti tetap bertahan,” ujar Hetty.
Tidak hanya di sektor sosial kemasyarakatan, jejak dedikasi Bebby Hussy juga menyentuh upaya penyelamatan generasi bangsa dari bahaya narkotika. Hal ini terungkap dari kesaksian Suraida, mantan Kabag Umum BNN Provinsi Bengkulu yang kini telah purna tugas.
Dalam persidangan tersebut, Suraida membeberkan peran luar biasa Bebby Hussy yang menghibahkan sebuah gedung rehabilitasi dua lantai kepada BNN Provinsi Bengkulu. Langkah ini diambil Bebby sebagai bentuk kepedulian nyata dalam memerangi penyalahgunaan obat-obatan terlarang di Bumi Rafflesia.
“Bantuan gedung itu diberikan semata-mata karena Pak Bebby ingin menyelamatkan anak-anak bangsa dari jeratan narkotika. Beliau ingin mereka yang terpapar memiliki tempat yang layak untuk pulih,” ungkap Suraida.
Namun, juga mendukung infrastruktur institusi negara dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Kesaksian-kesaksian ini seolah memberikan perspektif baru bagi public bahwa di balik polemik hukum yang tengah diuji, ada ribuan hari dan investasi sosial yang telah dikerahkan Bebby Hussy. Baik untuk memastikan masa depan anak-anak disabilitas hingga upaya pembersihan narkotika di Bengkulu tetap berjalan.