Cara Membantu Anak Tidak Takut Air
- 05 Sep 2026 15:46 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.Id, Bengkulu - Rasa takut terhadap air dapat muncul pada anak ketika mulai diperkenalkan dengan kolam renang, terutama jika lingkungan tersebut masih terasa asing baginya. Alih-alih memaksa anak segera masuk ke kolam, orang tua dapat membantu membangun rasa aman dan nyaman terhadap air secara perlahan.
Dalam pendekatan latihan renang anak, Coach Lita dari BTP (Bencoolen Tirta Perkasa) Aquatic menjelaskan bahwa pengenalan terhadap air sebaiknya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan keberanian masing-masing anak. Pada tahap awal, anak tidak harus langsung dituntut berenang, tetapi dapat dibiasakan terlebih dahulu berada di sekitar kolam dan melakukan aktivitas sederhana bersama pelatih.
Pendekatan bertahap juga mendapat dukungan dari penelitian psikologi mengenai anak yang takut terhadap air. Penelitian Ultee, Griffioen, dan Schellekens dalam Behaviour Research and Therapy terhadap anak usia 5–10 tahun menemukan bahwa paparan langsung secara bertahap atau in vivo desensitization memberikan hasil lebih baik dalam mengurangi kecemasan terhadap air dibandingkan paparan yang hanya dilakukan melalui imajinasi.
Karena itu, orang tua dapat memulai dari pengalaman yang terasa ringan bagi anak, seperti duduk di pinggir kolam, mencelupkan kaki, bermain air dengan tangan, hingga perlahan masuk ke bagian kolam yang aman. Tahapan berikutnya dapat ditambah ketika anak sudah nyaman, tanpa menjadikan keberanian anak lain sebagai patokan yang harus diikuti.
Coach Lita juga menekankan pentingnya membuat suasana latihan terasa menyenangkan sehingga anak tidak menganggap aktivitas di air sebagai sesuatu yang menegangkan. Permainan sederhana, interaksi dengan pelatih, serta apresiasi ketika anak berani mencoba dapat digunakan untuk membantu membangun pengalaman positif selama berada di kolam.
Anak juga dapat memperoleh keberanian dengan melihat teman sebaya yang mampu berinteraksi dengan air secara tenang. Penelitian Weiss dan rekan-rekan dalam Research Quarterly for Exercise and Sport mempelajari anak-anak yang takut air dan menemukan bahwa model teman sebaya dapat memengaruhi keterampilan berenang, rasa takut, serta keyakinan anak terhadap kemampuannya sendiri.
Hal yang tidak kalah penting adalah menghindari tindakan yang membuat pengalaman pertama anak dengan air menjadi tidak menyenangkan, seperti memaksa, menakut-nakuti, atau mencelupkan anak secara tiba-tiba. American Academy of Pediatrics (AAP) dalam rekomendasi 2026 bahkan mengingatkan bahwa pengalaman akuatik negatif akibat pencelupan berulang dapat berdampak buruk terhadap proses anak membangun kompetensi di air.
Orang tua juga perlu memahami bahwa berani berada di dalam air berbeda dengan sudah memiliki kemampuan berenang dan menyelamatkan diri. AAP menegaskan anak tetap membutuhkan pengawasan orang dewasa yang dekat, konstan, dan penuh perhatian ketika berada di sekitar air, bahkan setelah mengikuti pelajaran berenang.
Pada akhirnya, menghilangkan rasa takut anak terhadap air membutuhkan kesabaran dan tidak harus dicapai dalam satu kali latihan. Dengan pengenalan bertahap, pengalaman menyenangkan, dukungan orang tua, serta pendampingan pelatih, rasa takut dapat perlahan berubah menjadi keberanian dan kepercayaan diri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....