Menghadapi Anak Mulai Beranjak Remaja
- 05 Sep 2026 11:41 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Memasuki masa remaja menjadi salah satu tahap perkembangan yang membawa banyak perubahan pada diri anak, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Anak yang sebelumnya mudah bercerita kepada orang tua bisa mulai lebih tertutup, ingin memiliki ruang pribadi, atau lebih sering menunjukkan pendapat yang berbeda sehingga terkadang membuat orang tua merasa bingung dalam menghadapinya.
Perubahan tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses anak menuju kemandirian dan bukan selalu berarti anak mulai menjauh dari keluarga. Orang tua perlu memahami bahwa pada tahap ini anak sedang belajar mengenali dirinya sendiri, membangun kepercayaan diri, sekaligus belajar mengambil keputusan sehingga membutuhkan pendampingan yang berbeda dibandingkan ketika masih kecil.
Penelitian Holger Zapf, Johannes Boettcher, Yngvild Haukeland, dan Stian Orm yang diterbitkan dalam JCPP Advances pada 2023 melakukan tinjauan sistematis mengenai hubungan kualitas komunikasi orang tua-anak dengan kesehatan mental remaja. Peneliti menyaring 5.314 artikel dan memasukkan 37 penelitian kuantitatif yang memenuhi kriteria, dengan hasil bahwa kualitas komunikasi yang dinilai oleh remaja berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, masalah perilaku, hingga kesejahteraan psikologis.
Karena itu, ketika anak mulai beranjak remaja, orang tua sebaiknya tidak langsung merespons perubahan sikap dengan kemarahan atau hukuman. Berikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat, dengarkan ceritanya sampai selesai, dan hindari memotong pembicaraan hanya karena orang tua merasa pengalaman yang disampaikan anak belum sebanding dengan masalah orang dewasa.
Komunikasi juga perlu dilakukan dengan pertanyaan terbuka agar anak merasa aman untuk bercerita mengenai sekolah, pertemanan, media sosial, maupun perasaan yang sedang dialaminya. UNICEF Indonesia menyarankan orang tua menunjukkan ketertarikan terhadap hal yang dianggap penting oleh anak, meminta pendapat mereka, menggunakan pertanyaan terbuka, serta memberikan apresiasi ketika anak berani menceritakan perasaannya.
Selain komunikasi langsung, orang tua juga perlu menghargai kebutuhan anak terhadap ruang pribadi tanpa menghilangkan pengawasan dan batasan yang diperlukan. Aturan mengenai penggunaan gawai, waktu belajar, pergaulan, tidur, dan tanggung jawab di rumah tetap penting, tetapi sebaiknya disampaikan melalui kesepakatan dan penjelasan yang masuk akal sehingga anak memahami alasan di balik aturan tersebut.
Menghadapi anak yang mulai beranjak remaja memang membutuhkan kesabaran karena hubungan orang tua dan anak sedang mengalami perubahan. Dengan komunikasi yang terbuka, sikap mau mendengarkan, batasan yang jelas, serta dukungan tanpa menghakimi, orang tua dapat tetap menjadi tempat yang nyaman bagi anak untuk pulang dan bercerita ketika menghadapi berbagai persoalan dalam perjalanan menuju kedewasaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....