Mengenal Jenis Sepeda untuk Orang Dewasa, Tren Gowes Kembali Ramai di Indonesia
- 28 Agt 2026 06:52 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Tren bersepeda kembali menunjukkan geliat di Indonesia pada 2026. Aktivitas gowes kini tidak hanya dipandang sebagai olahraga, tetapi juga mulai menjadi bagian dari gaya hidup, mobilitas harian, hingga aktivitas komunitas. Perkembangan komunitas sepeda di berbagai daerah terus tumbuh, sementara kegiatan bersepeda juga semakin dikaitkan dengan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
1. Sepeda gunung atau mountain bike (MTB).
Jenis ini cocok untuk orang dewasa yang menyukai rute dengan permukaan tidak rata, seperti jalan berbatu, tanah, atau jalur menanjak. MTB umumnya memiliki ban lebih lebar dan sistem suspensi yang membantu menghadapi medan yang lebih berat. Untuk penggunaan di jalan perkotaan, MTB juga bisa digunakan, meski bobot dan karakter bannya biasanya kurang efisien dibanding sepeda yang memang dirancang untuk jalan raya.
2. Road bike atau sepeda balap.
Road bike dirancang untuk perjalanan di jalan beraspal dengan karakter yang ringan dan posisi berkendara yang mendukung kecepatan serta jarak jauh. Sepeda ini banyak dipilih oleh orang dewasa yang menikmati gowes jarak panjang atau bergabung dengan komunitas road bike. Aktivitas long ride komunitas juga masih terlihat pada 2026, termasuk agenda yang digelar sejumlah komunitas di berbagai daerah.
3. Sepeda lipat atau folding bike.
Sepeda lipat menjadi salah satu pilihan menarik untuk masyarakat perkotaan karena dapat dilipat sehingga lebih praktis disimpan dan dibawa. Jenis ini cocok untuk perjalanan jarak pendek hingga menengah, termasuk bagi orang yang ingin menggabungkan sepeda dengan moda transportasi lain. Popularitas sepeda lipat juga disebut dalam pemberitaan mengenai kembali naiknya tren bersepeda di Indonesia pada 2026.
4. Sepeda hybrid dan city bike.
Kalau ingin sepeda untuk aktivitas harian dengan posisi berkendara yang relatif nyaman, hybrid atau city bike bisa menjadi pilihan. Karakternya berada di antara sepeda jalan raya dan sepeda yang lebih santai, sehingga dapat digunakan untuk bersepeda di lingkungan perkotaan, berolahraga ringan, maupun perjalanan sehari-hari. Tren urban cycling sendiri berkembang karena sepeda mulai dilihat bukan hanya sebagai alat olahraga, tetapi juga sebagai alternatif mobilitas.
5. Minivelo dan sepeda berukuran kompak.
Selain sepeda lipat, minivelo juga mulai mendapat perhatian dari komunitas sepeda di Indonesia. Jenis ini memiliki roda berukuran lebih kecil dengan desain yang tetap ditujukan untuk penggunaan orang dewasa. Munculnya komunitas minivelo di sejumlah kota menunjukkan bahwa tren bersepeda semakin beragam dan tidak lagi terpaku pada satu jenis sepeda saja.
Tren tersebut juga terlihat dari berbagai kegiatan yang digelar sepanjang 2026. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, misalnya, menggelar Treasuride 2026, kompetisi bersepeda yang berlangsung hingga Agustus dengan kategori individu, bike to work, pengurangan emisi karbon, serta promosi UMKM. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Merdeka Ride pada 19 Agustus 2026 yang lalu sebagai kegiatan bersepeda bersama yang bersifat inklusif dan tidak berorientasi pada kecepatan.
Kembali ramainya aktivitas bersepeda menunjukkan bahwa gowes di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian dari gaya hidup. Jenis sepeda yang dipilih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari MTB untuk medan yang lebih menantang, road bike untuk jarak jauh, sepeda lipat dan minivelo untuk kepraktisan, hingga hybrid atau city bike untuk aktivitas perkotaan. Yang terpenting, pilih sepeda yang sesuai kemampuan dan gunakan perlengkapan keselamatan serta patuhi aturan lalu lintas saat bersepeda di jalan raya.
Sumber : Specialized & Kemkomdigi Merdeka Ride
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....