Seberapa Penting Mengajarkan Bahasa Asing pada Anak?
- 28 Sep 2026 22:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Kemampuan berbahasa asing semakin sering diperkenalkan kepada anak sejak usia dini, baik melalui sekolah, kursus, maupun kebiasaan sederhana di rumah. Namun, pertanyaannya bukan hanya seberapa cepat anak bisa menguasai bahasa kedua, melainkan bagaimana proses tersebut diberikan agar sesuai dengan usia, kebutuhan, dan perkembangan kemampuan bahasa anak.
Mengenalkan bahasa asing sejak dini dapat memberikan anak kesempatan lebih banyak untuk mendengar, memahami, dan menggunakan kosakata dalam konteks yang berbeda. Paparan tersebut juga dapat menjadi bekal komunikasi ketika anak kelak berinteraksi dengan orang dari latar belakang berbeda, mengikuti pendidikan tertentu, maupun mengakses informasi dalam bahasa asing.
| Baca juga: Manfaat Mendongeng bagi Perkembangan Anak |
Penelitian Youchuan Ma yang diterbitkan dalam Developmental Psychology pada 2026 menganalisis 18.174 anak dari Early Childhood Longitudinal Study untuk melihat perkembangan fungsi eksekutif sejak taman kanak-kanak hingga kelas lima sekolah dasar. Hasilnya menunjukkan pengalaman bilingual berkaitan dengan kemampuan working memory yang lebih baik, tetapi tidak menunjukkan hubungan yang sama dengan fleksibilitas kognitif atau kontrol inhibisi, sehingga manfaat bilingualisme tidak dapat disamaratakan pada seluruh kemampuan kognitif.
Temuan tersebut sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa hubungan antara bilingualisme dan kemampuan kognitif masih menjadi perdebatan ilmiah. Meta-analisis Hilde Lowell Gunnerud dan rekan-rekannya pada 2020 menganalisis 143 perbandingan kelompok yang mencakup 583 ukuran efek pada anak hingga usia 18 tahun, dan menemukan efek rata-rata bilingualisme terhadap fungsi eksekutif sangat kecil, dengan hasil yang cukup beragam antarpenelitian.
| Baca juga: Main Masak-Masakan, Anak Belajar Banyak Hal |
Karena itu, orang tua tidak perlu menjadikan kemampuan bahasa asing sebagai perlombaan atau mengukur keberhasilan hanya dari seberapa banyak kosakata yang dapat dihafalkan anak. Bahasa dapat dikenalkan melalui aktivitas yang menyenangkan, seperti membaca buku cerita, menyanyikan lagu, menonton tayangan sesuai usia, bermain permainan sederhana, atau menggunakan beberapa ungkapan sehari-hari tanpa mengurangi kesempatan anak mengembangkan bahasa pertamanya.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah anak yang tumbuh dengan dua bahasa tidak otomatis mengalami keterlambatan bahasa hanya karena menggunakan lebih dari satu bahasa. Jika orang tua memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan bicara atau pemahaman anak, evaluasi sebaiknya mempertimbangkan seluruh kemampuan bahasa yang digunakan anak, dan bukan hanya melihat kemampuan anak dalam bahasa asing.
Pada akhirnya, mengajarkan bahasa asing kepada anak dapat menjadi investasi keterampilan komunikasi apabila dilakukan secara konsisten, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan. Tujuannya bukan membuat anak secepat mungkin fasih dalam bahasa lain, tetapi membuka kesempatan bagi mereka untuk mengenal budaya, berkomunikasi lebih luas, dan memiliki pengalaman belajar yang dapat berguna ketika mereka tumbuh dewasa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....