Coping Mechanism, Cara Diri Mengelola Tekanan untuk Mendapatkan Ketenangan
- 10 Sep 2026 07:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap orang memiliki cara berbeda ketika menghadapi tekanan, masalah, kekecewaan, maupun situasi yang membuat pikiran terasa penuh. Respons untuk menghadapi dan mengelola kondisi tersebut dikenal sebagai coping mechanism atau mekanisme koping, yakni berbagai strategi yang digunakan seseorang untuk mengurangi tekanan dan membantu dirinya kembali berfungsi secara lebih baik.
Mekanisme koping tidak selalu berarti menghilangkan masalah, karena dalam banyak situasi persoalan memang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Koping dapat dilakukan dengan menghadapi sumber masalah secara langsung, mencari solusi, mengatur kembali cara berpikir, menerima keadaan, berbicara dengan orang yang dipercaya, hingga mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri.
Dalam psikologi, strategi koping sering dibedakan berdasarkan cara seseorang merespons sumber tekanan, termasuk problem-focused coping yang berusaha mengatasi sumber masalah dan emotion-focused coping yang berupaya mengelola dampak emosional dari masalah tersebut. Artinya, ketika masalah belum bisa diubah, seseorang tetap dapat mengupayakan perubahan pada cara dirinya merespons emosi yang muncul.
Penelitian yang diterbitkan dalam Canadian Psychology pada 2024 oleh Claudia Trudel-Fitzgerald dan tujuh peneliti lainnya dari Université du Québec à Trois-Rivières serta sejumlah institusi Harvard melakukan scoping review terhadap berbagai alat ukur koping dan regulasi emosi. Kajian tersebut menemukan adanya tumpang tindih yang cukup besar antara konsep coping dan regulasi emosi, dengan strategi yang sering diteliti antara lain reappraisal atau menafsirkan kembali situasi, pemecahan masalah, penerimaan, penghindaran, dan penekanan emosi.
Penelitian lain yang diterbitkan dalam Neuroscience & Biobehavioral Reviews pada 2022 juga memberikan gambaran mengenai hubungan strategi regulasi emosi dengan kondisi emosional dalam kehidupan sehari-hari. Meta-analisis yang dilakukan Teresa Boemo, Ines Nieto, Carmelo Vazquez, dan Alvaro Sanchez-Lopez mencakup 37 penelitian dengan metode experience sampling dan 39 penelitian daily diary, dan menemukan bahwa strategi seperti reappraisal, penerimaan, serta pemecahan masalah berkaitan dengan kondisi afek positif dalam keseharian.
Karena itu, mencari ketenangan tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang besar atau rumit, melainkan dapat dimulai dari mengenali apa yang sebenarnya sedang dirasakan. Mengambil jeda dari situasi yang melelahkan, berjalan kaki, berolahraga, menulis isi pikiran, melakukan latihan pernapasan, beribadah atau meditasi, serta berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi bagian dari strategi koping selama dilakukan secara sehat dan tidak justru menambah masalah.
Yang perlu diperhatikan, tidak semua mekanisme koping memberikan dampak yang sama dan strategi yang efektif bagi seseorang belum tentu cocok bagi orang lain. Jika tekanan berlangsung terus-menerus, mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, tidur, atau membuat seseorang merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, mencari bantuan profesional dapat menjadi bentuk koping yang sehat, bukan tanda kelemahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....