Wewangian Aromaterapi Bisa Bantu Menjadi Terapi Tidur agar Lebih Nyenyak

  • 31 Agt 2026 06:02 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Aromaterapi kerap digunakan sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur, terutama dengan memanfaatkan aroma lavender yang dianggap dapat memberikan efek menenangkan. Penggunaan minyak esensial melalui aromaterapi dipercaya dapat membantu tubuh lebih rileks sehingga seseorang lebih mudah memasuki fase tidur, meski efeknya tidak dapat disamakan dengan obat untuk mengatasi gangguan tidur.

Sejumlah penelitian terbaru memberikan bukti bahwa aromaterapi berpotensi membantu meningkatkan kualitas tidur. Salah satunya adalah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2026 oleh Hong Shen, Li-Juan Zhang, dan Wei-Yi Zhu, yang menganalisis 11 uji klinis acak dengan total 628 orang dewasa; hasilnya menunjukkan penggunaan minyak esensial lavender memberikan perbaikan kualitas tidur yang bermakna dengan standardized mean difference atau SMD sebesar -0,56 dan p=0,005.

Penelitian tersebut menelusuri studi dari PubMed, Embase, Cochrane Library, CINAHL, dan Web of Science untuk penelitian yang diterbitkan hingga September 2024. Dari 11 penelitian yang dianalisis, sembilan menggunakan metode inhalasi dan dua menggunakan aplikasi pada kulit, sementara durasi serta konsentrasi minyak lavender yang digunakan berbeda-beda sehingga peneliti menilai masih diperlukan penelitian dengan metode yang lebih seragam dan kualitas lebih tinggi.

Hasil tersebut juga sejalan dengan meta-analisis yang diterbitkan dalam Sleep and Breathing pada 2024, yang mengevaluasi uji klinis acak mengenai penggunaan aromaterapi untuk insomnia dan menelusuri tujuh basis data hingga Agustus 2023. Studi ini menunjukkan adanya potensi manfaat aromaterapi terhadap kualitas tidur, tetapi peneliti tetap menekankan pentingnya mempertimbangkan kualitas dan risiko bias dari penelitian yang tersedia sebelum aromaterapi dianggap sebagai terapi utama insomnia.

Aroma lavender menjadi salah satu yang paling banyak diteliti karena kandungan senyawa seperti linalool dan linalyl acetate diduga memiliki efek yang berkaitan dengan relaksasi. Ketika dihirup, aroma tersebut dapat menjadi bagian dari rutinitas relaksasi sebelum tidur, tetapi mekanisme biologis dan seberapa besar pengaruhnya terhadap sistem tidur manusia masih terus diteliti sehingga aromaterapi sebaiknya dipandang sebagai terapi pelengkap, bukan pengganti penanganan medis.

Bagi masyarakat yang ingin mencobanya, aromaterapi dapat digunakan melalui diffuser atau metode inhalasi lain yang aman sesuai petunjuk produk, terutama menjelang waktu tidur. Penggunaan minyak esensial secara langsung pada kulit juga perlu dilakukan secara hati-hati karena konsentrasi minyak esensial dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang, sehingga pengguna sebaiknya memperhatikan petunjuk pemakaian dan tidak menganggap semakin banyak aroma berarti semakin efektif.

Aromaterapi juga tidak seharusnya menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi sulit tidur yang berlangsung terus-menerus. Kebiasaan tidur yang teratur, membatasi kafein menjelang malam, mengurangi paparan layar sebelum tidur, menjaga suasana kamar tetap nyaman, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila gangguan tidur menetap tetap menjadi langkah penting untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....