Apakah Parfum Boleh Disemprotkan Langsung ke Kulit? Kenali Risikonya

  • 28 Agt 2026 06:40 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Parfum pada dasarnya memang dirancang untuk digunakan pada tubuh, sehingga menyemprotkannya langsung ke kulit pada umumnya diperbolehkan. Namun, tidak semua orang memiliki toleransi kulit yang sama terhadap kandungan pewangi, sehingga penggunaan parfum perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan memperhatikan kemungkinan munculnya reaksi iritasi atau alergi.

Penggunaan parfum langsung pada kulit dapat dilakukan pada area seperti leher, pergelangan tangan, atau bagian tubuh lain yang tidak mengalami luka maupun iritasi. Sebaiknya parfum tidak disemprotkan pada kulit yang sedang mengalami lecet, ruam, atau peradangan karena kandungan alkohol dan bahan pewangi dapat menyebabkan rasa perih atau memperburuk iritasi.

Risiko yang perlu diperhatikan adalah dermatitis kontak akibat bahan pewangi atau fragrance dalam parfum. Tinjauan yang diterbitkan Margo J. Reeder dalam Dermatologic Clinics pada 2020 menyebutkan prevalensi alergi terhadap fragrance pada populasi umum diperkirakan sekitar 0,7 hingga 2,6 persen, sementara pada kelompok yang menjalani pemeriksaan patch test, reaksi positif terhadap fragrance berada pada kisaran 5 hingga 11 persen.

Penelitian lain yang dilakukan Johansen, Rastogi, dan Menné di Denmark dan diterbitkan dalam British Journal of Dermatology pada 1996 juga menunjukkan adanya risiko tersebut. Dari 335 pasien perempuan dengan eksim yang menjalani patch test terhadap 10 parfum perempuan terlaris, sebanyak 6,9 persen menunjukkan reaksi positif terhadap sedikitnya satu parfum yang diuji, sehingga produk parfum yang digunakan seseorang dapat menjadi bagian penting dalam pemeriksaan alergi.

Penelitian yang lebih baru juga memperlihatkan bahwa reaksi terhadap fragrance dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Studi prospektif yang diterbitkan dalam Journal of the American Academy of Dermatology pada 2022 melibatkan 291 pasien yang menjalani patch test untuk dermatitis kontak alergi, kemudian sebagian peserta menjalani pengujian terhadap 28 bahan pewangi; cinnamic aldehyde dan cinnamic alcohol menjadi bahan yang paling sering menimbulkan reaksi segera maupun reaksi tertunda dalam penelitian tersebut.

Karena itu, orang yang baru mencoba parfum sebaiknya tidak langsung menyemprotkannya dalam jumlah banyak ke seluruh tubuh. Untuk mengetahui kecocokan kulit, parfum dapat dicoba terlebih dahulu dalam jumlah kecil pada area terbatas dan kemudian diamati, terutama jika sebelumnya pernah mengalami gatal, kemerahan, atau iritasi setelah menggunakan produk berpewangi.

Jika setelah menggunakan parfum muncul rasa gatal, kemerahan, perih, bengkak, atau ruam yang menetap, penggunaan sebaiknya dihentikan dan kulit dibersihkan. Jadi, parfum boleh disemprotkan langsung ke kulit selama kulit dalam kondisi baik dan produk dapat ditoleransi, tetapi penggunaan pada kulit sensitif tetap perlu lebih berhati-hati karena bahan pewangi dapat memicu dermatitis kontak pada sebagian orang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....