Kesepian Bisa Membuat Seseorang Lebih Mudah Emosi

  • 10 Agt 2026 07:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Kesepian bukan hanya tentang tidak memiliki teman atau berada sendirian, tetapi juga dapat muncul ketika seseorang merasa kurang memiliki hubungan yang dekat dan bermakna dengan orang lain. Kondisi tersebut dapat memengaruhi cara seseorang memproses emosi dan merespons berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari.

Seseorang yang sedang merasa kesepian mungkin menjadi lebih sensitif terhadap perkataan, sikap, atau perubahan kecil dalam hubungan sosial. Hal yang biasanya dianggap biasa saja dapat terasa lebih menyakitkan ketika kebutuhan seseorang untuk merasa dipahami dan terhubung dengan orang lain sedang tidak terpenuhi.

Penelitian psikologi menunjukkan bahwa kesepian berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman sosial dan kecenderungan memberikan perhatian lebih besar terhadap pengalaman sosial yang dianggap negatif. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang lebih mudah merasa tersinggung, kecewa, atau defensif ketika menghadapi situasi tertentu.

Kesepian juga dapat membuat seseorang lebih banyak memikirkan pengalaman negatif yang dialaminya. Ketika pikiran tersebut terus berulang, emosi seperti marah, frustrasi, sedih, atau kecewa dapat menjadi lebih sulit dikelola.

Namun, mudah emosi tidak selalu berarti seseorang sedang kesepian. Kemarahan dan perubahan suasana hati dapat dipengaruhi banyak faktor lain, seperti stres, kurang tidur, masalah hubungan, tekanan pekerjaan, maupun kondisi psikologis tertentu.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mulai mengenali pola emosi yang muncul sebelum bereaksi. Memberikan waktu untuk menenangkan diri, menuliskan apa yang dirasakan, atau berbicara dengan orang yang dipercaya dapat membantu seseorang memahami kebutuhan emosionalnya.

Menghabiskan waktu bersama orang lain juga tidak harus selalu dilakukan dalam aktivitas besar. Bertemu teman, berbincang dengan keluarga, mengikuti kegiatan komunitas, atau sekadar memiliki seseorang untuk diajak bertukar cerita dapat membantu membangun kembali rasa terhubung.

Kesepian bukan sesuatu yang perlu dianggap sebagai kelemahan pribadi. Jika perasaan kesepian berlangsung lama dan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari dukungan dari orang terpercaya atau tenaga profesional dapat menjadi langkah yang baik.

Sumber: Cacioppo JT & Hawkley LC, Psychological Bulletin; Cacioppo S et al., Personality and Social Psychology Review; American Psychological Association (APA); World Health Organization (WHO).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....