Tren Bawa Tumbler Jadi Bagian dari Gaya Hidup

  • 08 Agt 2026 08:37 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Membawa tumbler atau botol minum sendiri saat bepergian kini semakin sering terlihat dalam keseharian masyarakat. Kebiasaan yang dahulu identik dengan aktivitas olahraga atau sekolah tersebut berkembang menjadi bagian dari gaya hidup praktis sekaligus upaya mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai.

Tumbler juga hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, warna, dan desain yang membuatnya tidak hanya berfungsi sebagai wadah minuman. Bagi sebagian orang, pemilihan tumbler bahkan menjadi bagian dari gaya personal yang disesuaikan dengan pakaian, aktivitas, maupun kebutuhan sehari-hari.

Dari sisi lingkungan, membawa botol minum sendiri berpotensi mengurangi kebutuhan membeli minuman dalam kemasan sekali pakai. United Nations Environment Programme (UNEP) menyebut pengurangan penggunaan plastik sekali pakai menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi pencemaran plastik.

Kebiasaan membawa tumbler juga dapat membuat seseorang lebih mudah menyediakan air minum selama beraktivitas di luar rumah. Hal tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh tanpa harus selalu membeli minuman setiap kali merasa haus.

Namun, penggunaan tumbler tetap perlu disertai kebiasaan menjaga kebersihannya. Botol yang jarang dicuci dapat menjadi tempat penumpukan sisa minuman dan mikroorganisme, terutama apabila sering digunakan untuk minuman manis atau susu.

Tumbler sebaiknya dicuci secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir serta dikeringkan sebelum digunakan kembali. Bagian yang sulit dijangkau seperti tutup, sedotan, karet penyegel, dan celah kecil juga perlu diperhatikan karena dapat menyimpan sisa cairan.

Tren membawa tumbler menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana dapat berkembang menjadi bagian dari keseharian sekaligus mencerminkan pilihan gaya hidup. Selama digunakan dengan memperhatikan kebersihan dan kebutuhan pribadi, membawa botol minum sendiri dapat menjadi kebiasaan praktis yang bermanfaat.

Sumber: United Nations Environment Programme (UNEP); World Health Organization (WHO); Journal of Water and Health; Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....