Sejarah Hari Persahabatan Internasional: Gagasan Perdamaian Dunia

  • 31 Jul 2026 18:52 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Hari Persahabatan Internasional atau International Day of Friendship diperingati setiap tanggal 30 Juli sebagai momentum untuk memperkuat hubungan antarmanusia, lintas budaya, dan antarbangsa. Peringatan ini mengingatkan bahwa persahabatan memiliki peran penting dalam membangun perdamaian, mengurangi konflik, serta mendorong saling pengertian di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Gagasan mengenai Hari Persahabatan sebenarnya telah muncul jauh sebelum ditetapkan secara resmi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada dekade 1930-an, sejumlah negara di Amerika Latin mulai memperingati Hari Persahabatan sebagai bentuk apresiasi terhadap hubungan antarsahabat, bahkan Paraguay menjadi salah satu negara pertama yang merayakannya secara nasional pada 1958 melalui organisasi World Friendship Crusade.

Peringatan tersebut kemudian mendapat perhatian dunia karena dinilai sejalan dengan nilai-nilai perdamaian dan solidaritas global. Setelah melalui berbagai pembahasan, Majelis Umum PBB akhirnya mengadopsi Resolusi A/RES/65/275 pada 27 April 2011 yang menetapkan tanggal 30 Juli sebagai International Day of Friendship.

Dalam resolusi tersebut, PBB menegaskan bahwa persahabatan antara masyarakat, negara, budaya, dan individu dapat menjadi inspirasi bagi upaya perdamaian serta membangun jembatan antarkelompok yang berbeda. Negara-negara anggota juga didorong untuk menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan generasi muda guna menumbuhkan budaya dialog, toleransi, dan saling menghormati.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa persahabatan tidak hanya penting bagi hubungan sosial, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology pada 2023 menyimpulkan bahwa individu yang memiliki hubungan pertemanan yang berkualitas cenderung memiliki tingkat kesejahteraan psikologis lebih tinggi, risiko stres lebih rendah, serta kemampuan menghadapi tekanan hidup yang lebih baik.

Temuan serupa juga disampaikan dalam laporan World Happiness Report 2024 yang diterbitkan oleh Wellbeing Research Centre di University of Oxford bersama Gallup, United Nations Sustainable Development Solutions Network (SDSN), dan sejumlah lembaga internasional lainnya. Laporan tersebut menunjukkan bahwa hubungan sosial yang kuat, termasuk persahabatan, menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingkat kebahagiaan, kepuasan hidup, dan kesehatan mental seseorang.

Di era digital saat ini, makna persahabatan terus berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi. Meski interaksi melalui media sosial semakin mudah dilakukan, para ahli menilai kualitas hubungan tetap lebih penting daripada jumlah pertemanan, sehingga Hari Persahabatan Internasional menjadi pengingat bahwa kepedulian, kepercayaan, dan dukungan tulus merupakan fondasi utama dalam membangun persahabatan yang bertahan lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....