Makin Banyak Orang Memilih Melajang, Apa yang Mendorong Fenomena Ini?
- 25 Jul 2026 07:14 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Fenomena semakin banyak orang yang memilih untuk tetap melajang menjadi perhatian di berbagai negara, termasuk Indonesia. Jika dahulu pernikahan dianggap sebagai tahapan hidup yang hampir pasti dijalani, kini semakin banyak orang yang memandang melajang sebagai pilihan hidup yang sah dan dapat memberikan kepuasan tersendiri.
Salah satu alasan yang paling sering dikemukakan adalah perubahan prioritas hidup. Banyak orang memilih fokus membangun karier, melanjutkan pendidikan, mengembangkan usaha, atau mencapai stabilitas finansial sebelum memutuskan untuk menikah, bahkan ada yang merasa tujuan hidup tersebut tetap dapat tercapai tanpa harus memiliki pasangan.
| Baca juga: Buah Lebih Manis saat Kemarau |
Selain faktor ekonomi, perubahan cara pandang terhadap kebahagiaan juga turut memengaruhi keputusan untuk melajang. Generasi muda cenderung menempatkan kesehatan mental, kebebasan menentukan pilihan, dan kualitas hidup sebagai prioritas, sehingga mereka tidak lagi melihat pernikahan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan atau kebahagiaan.
Penelitian yang dilakukan oleh Pew Research Center di Amerika Serikat pada tahun 2023 menunjukkan bahwa alasan utama banyak orang dewasa belum menikah adalah karena belum menemukan pasangan yang tepat, ingin lebih fokus pada pekerjaan, serta merasa belum siap secara finansial maupun emosional. Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa semakin banyak responden yang menyatakan tetap dapat menjalani kehidupan yang bermakna meski tidak menikah.
Sementara itu, psikolog sosial Dr. Bella DePaulo, yang selama puluhan tahun meneliti kehidupan lajang dan dikenal melalui bukunya Single at Heart, menjelaskan bahwa banyak individu lajang memiliki hubungan sosial yang kuat dengan keluarga, sahabat, dan komunitas. Menurutnya, anggapan bahwa orang lajang selalu merasa kesepian tidak sepenuhnya benar karena kualitas hubungan sosial lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan dibandingkan status pernikahan itu sendiri.
Meski demikian, memilih melajang juga memiliki tantangan tersendiri. Tekanan sosial, pertanyaan dari lingkungan mengenai kapan menikah, hingga kekhawatiran menghadapi masa tua tanpa pasangan masih menjadi persoalan yang sering dialami oleh mereka yang memutuskan untuk tetap sendiri, terutama di masyarakat yang masih memandang pernikahan sebagai norma utama.
Pada akhirnya, keputusan untuk menikah maupun melajang merupakan pilihan pribadi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari nilai hidup, kondisi ekonomi, kesiapan emosional, hingga tujuan masa depan. Yang terpenting bukanlah mengikuti tekanan sosial, melainkan memastikan setiap keputusan diambil secara sadar, bertanggung jawab, dan mampu mendukung kebahagiaan serta kesejahteraan individu dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....