Mengenali Ciri Anak Introvert dan Ekstrovert

  • 17 Jul 2026 19:49 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Setiap anak memiliki karakter dan cara berinteraksi yang berbeda, termasuk dalam merespons lingkungan sosial di sekitarnya. Sebagian anak tampak mudah bergaul dan bersemangat ketika berada di tengah banyak orang, sementara sebagian lainnya lebih nyaman dengan suasana tenang, kelompok kecil, atau waktu untuk diri sendiri.

Anak dengan kecenderungan introvert biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri ketika berada di lingkungan baru. Mereka cenderung lebih nyaman mengamati terlebih dahulu, berbicara setelah merasa siap, serta menikmati aktivitas yang dilakukan secara mandiri atau bersama beberapa orang yang sudah dikenalnya.

Sebaliknya, anak dengan kecenderungan ekstrovert umumnya lebih mudah menunjukkan ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka dapat terlihat aktif berbicara, senang bermain bersama teman, lebih spontan dalam mengekspresikan diri, dan sering memperoleh energi dari aktivitas sosial.

Meski demikian, orang tua perlu memahami bahwa introvert tidak selalu berarti pemalu dan ekstrovert tidak selalu berarti selalu percaya diri. Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Child Development pada 2010 oleh Mervielde dan De Fruyt mengenai perkembangan kepribadian anak menunjukkan bahwa karakter anak bersifat kompleks dan dapat berkembang seiring usia serta dipengaruhi oleh lingkungan.

Ciri lain yang dapat diamati adalah cara anak memulihkan energinya setelah menjalani aktivitas sosial. Anak yang cenderung introvert mungkin membutuhkan waktu tenang setelah bermain atau mengikuti kegiatan ramai, sedangkan anak yang cenderung ekstrovert dapat kembali bersemangat ketika melanjutkan interaksi dengan orang lain.

Orang tua juga perlu memperhatikan cara anak mengambil keputusan dan mengekspresikan pikiran, tanpa menjadikan label introvert atau ekstrovert sebagai batasan. Sejumlah anak dapat menunjukkan karakter yang berbeda bergantung pada situasi, bahkan ada yang berada di antara kedua kecenderungan tersebut atau sering disebut ambivert.

Memahami kecenderungan kepribadian anak sebaiknya digunakan untuk memberikan dukungan yang sesuai, bukan untuk membandingkan atau memaksa anak berubah menjadi tipe tertentu. Dengan mengenali kebutuhan anak, orang tua dapat membantu membangun rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan sosial, dan menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk tumbuh sesuai potensinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....