MPASI Jadi Kunci, Begini Cara agar Anak Tidak Pilih-Pilih Makanan

  • 16 Jun 2026 05:10 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Masa pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) menjadi periode penting dalam membentuk kebiasaan makan anak di kemudian hari. Para ahli menyebut fase usia enam hingga dua tahun sebagai masa emas untuk mengenalkan berbagai rasa, tekstur, dan jenis makanan agar anak tidak tumbuh menjadi picky eater atau pemilih makanan.

Salah satu cara yang dianjurkan adalah mengenalkan makanan secara bertahap dengan variasi yang beragam tanpa memaksa anak untuk menghabiskannya. Penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa pola pemberian MPASI yang beragam sejak dini berhubungan dengan kualitas pola makan yang lebih baik pada masa kanak-kanak.

Selain variasi makanan, metode pemberian makan secara responsif atau responsive feeding juga berperan penting dalam mencegah perilaku pilih-pilih makanan. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients pada 2024 dengan melibatkan 134 pengasuh anak usia 12 hingga 36 bulan menemukan bahwa pola makan responsif berkaitan dengan konsumsi makanan yang lebih sehat dan hubungan yang lebih positif antara anak dan makanan.

Pola makan responsif dilakukan dengan mengenali tanda lapar dan kenyang anak serta menghindari tekanan saat makan. Kebiasaan memaksa, memberi hadiah makanan, atau memarahi anak ketika menolak makan justru dapat meningkatkan risiko picky eater dan membuat anak semakin enggan mencoba makanan baru.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Children pada 2024 oleh tim dari Medical University of Silesia, Polandia, juga menunjukkan bahwa cara pemberian MPASI memiliki kaitan dengan munculnya masalah makan dan food neophobia atau ketakutan mencoba makanan baru. Para peneliti menekankan pentingnya paparan berbagai jenis makanan dan pengalaman makan yang menyenangkan sejak dini.

Paparan berulang terhadap makanan baru juga menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan para ahli gizi anak. Anak mungkin membutuhkan delapan hingga 15 kali perkenalan terhadap satu jenis makanan sebelum akhirnya mau menerima dan menyukainya, sehingga orang tua dianjurkan untuk tetap sabar dan konsisten dalam menawarkan makanan sehat.

Dengan membangun kebiasaan makan yang positif sejak MPASI, risiko anak menjadi picky eater dapat ditekan. Orang tua disarankan untuk menjadikan waktu makan sebagai momen yang menyenangkan, memberikan contoh pola makan sehat, serta membiarkan anak mengeksplorasi makanan sesuai kemampuan dan rasa ingin tahunya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....