Tips Mengatasi Anak GTM

  • 28 Jun 2026 10:22 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan istilah yang sering digunakan orang tua untuk menggambarkan kondisi anak yang menolak makan atau hanya mau mengonsumsi makanan dalam jumlah sedikit. Kondisi ini umum terjadi, terutama pada anak usia balita, dan sering membuat orang tua merasa khawatir.

Menurut para ahli kesehatan anak, GTM dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti tumbuh gigi, sedang kurang sehat, bosan dengan menu yang sama, hingga perubahan nafsu makan yang merupakan bagian dari proses tumbuh kembang.

Salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua adalah tetap menjaga jadwal makan secara teratur. Memberikan makanan pada waktu yang sama setiap hari dapat membantu membentuk kebiasaan makan yang baik pada anak.

Orang tua juga dianjurkan menyajikan makanan dengan tampilan yang menarik. Variasi warna, bentuk, dan tekstur makanan dapat meningkatkan minat anak untuk mencoba makanan yang disajikan.

Selain itu, hindari memaksa anak untuk menghabiskan makanan. Paksaan justru dapat membuat anak semakin enggan makan dan menimbulkan pengalaman yang kurang menyenangkan saat waktu makan.

Memberikan porsi kecil terlebih dahulu juga dapat menjadi pilihan. Anak biasanya lebih tertarik menghabiskan makanan dalam jumlah sedikit dibandingkan melihat piring yang penuh sejak awal.

Suasana makan bersama keluarga tanpa gangguan televisi maupun gawai juga dinilai dapat membantu anak lebih fokus saat makan. Orang tua dapat memberikan contoh dengan ikut mengonsumsi makanan yang sama.

Apabila GTM berlangsung dalam waktu lama, disertai penurunan berat badan, atau anak tampak lemas, orang tua disarankan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.

Pada dasarnya, GTM merupakan kondisi yang cukup umum dialami anak. Dengan kesabaran, variasi menu, dan pola makan yang konsisten, sebagian besar anak dapat kembali memiliki nafsu makan yang baik.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), World Health Organization (WHO), serta UNICEF mengenai praktik pemberian makan pada anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....