Alasan Anak Mengalami Gerakan Tutup Mulut
- 15 Jun 2026 12:48 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan kondisi ketika anak menolak makan dengan cara menutup mulut, memalingkan wajah, atau menolak makanan yang diberikan. Penelitian Firnanda dkk. (2025) dalam jurnal The Impact of Maternal Knowledge on Feeding Rules in Preventing the Occurrence of Mouth-Closing Behavior (GTM) in Toddlers menjelaskan bahwa GTM sering berkaitan dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat dan rendahnya pemahaman orang tua mengenai aturan makan anak.
Salah satu penyebab utama GTM adalah perilaku picky eater atau pilih-pilih makanan. Penelitian Naisa dkk. (2024) dalam jurnal Perilaku Sulit Makan pada Anak Prasekolah dan Faktor yang Mempengaruhinya menemukan bahwa anak yang terbiasa menolak jenis makanan tertentu lebih berisiko mengalami kesulitan makan dan menunjukkan perilaku GTM saat waktu makan.
Faktor pola asuh juga berpengaruh terhadap munculnya GTM pada anak. Penelitian Muryani dkk. (2024) dalam jurnal Praktik Pemberian Makan dan Perilaku Picky Eater pada Anak Usia Prasekolah menunjukkan bahwa kebiasaan memaksa anak makan atau tidak memberikan jadwal makan yang teratur dapat meningkatkan perilaku penolakan makan.
Selain pola asuh, pengalaman pemberian makan sejak usia dini turut memengaruhi perilaku makan anak. Penelitian Anggraheny (2023) dalam jurnal Analisis Pemberian MPASI dan Penerapan Basic Feeding Rules terhadap Kesulitan Makan pada Anak Usia 24–36 Bulan menemukan bahwa pemberian MPASI yang kurang bervariasi dapat membuat anak sulit menerima makanan baru sehingga lebih rentan mengalami GTM.
Kondisi GTM juga dapat dipicu oleh kurangnya nafsu makan akibat faktor kesehatan. Menurut penelitian Fertycia (2022) dalam jurnal Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Picky Eater pada Anak Usia Toddler, anak yang sedang mengalami gangguan kesehatan ringan, tumbuh gigi, atau kelelahan cenderung menunjukkan penurunan nafsu makan yang berujung pada penolakan makanan.
Lingkungan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan makan anak. Penelitian Hardianti dan Mardiyah (2014) yang dipublikasikan dalam jurnal keperawatan menunjukkan bahwa anak sering meniru kebiasaan makan orang tua, sehingga jika anggota keluarga memiliki pola makan yang kurang baik atau terbatas pada jenis makanan tertentu, anak berpotensi mengalami perilaku pilih-pilih makanan yang berkaitan dengan GTM.
Berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa GTM bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan kombinasi antara pola asuh, pengalaman makan, kondisi kesehatan, dan lingkungan keluarga. Oleh karena itu, para peneliti merekomendasikan penerapan feeding rules, pemberian makanan yang bervariasi, serta suasana makan yang menyenangkan untuk mengurangi risiko GTM dan mendukung pemenuhan gizi anak secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....