Mengapa Banyak Orang Kini Memilih Menabung Pengalaman daripada Barang
- 24 Jun 2026 11:39 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Perubahan gaya hidup masyarakat, khususnya generasi muda, mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu kepemilikan barang sering dianggap sebagai simbol pencapaian, kini semakin banyak orang yang memilih mengalokasikan uang untuk pengalaman dibandingkan membeli barang baru.
Pengalaman yang dimaksud beragam, mulai dari perjalanan wisata, menonton konser, mengikuti pelatihan, hingga mencoba aktivitas baru. Bagi sebagian orang, pengalaman dinilai memberikan kesan dan kenangan yang bertahan lebih lama dibandingkan kepemilikan barang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pengalaman cenderung memberikan kepuasan emosional yang lebih kuat. Pengalaman juga sering kali melibatkan interaksi sosial dan cerita yang dapat dikenang dalam jangka panjang.
Perkembangan media sosial turut memengaruhi perubahan tersebut. Banyak orang membagikan pengalaman mereka saat berlibur, menghadiri acara, atau mengikuti kegiatan tertentu. Hal ini membuat pengalaman menjadi bagian dari cara seseorang mengekspresikan diri.
Di sisi lain, meningkatnya kesadaran mengenai pengelolaan keuangan juga berperan dalam perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian orang mulai lebih selektif dalam membeli barang dan mempertimbangkan manfaat jangka panjang dari setiap pengeluaran.
Fenomena ini juga sejalan dengan tren hidup yang lebih sederhana atau minimalis. Masyarakat mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu berasal dari banyaknya barang yang dimiliki, melainkan dari momen dan pengalaman yang diperoleh.
Meski demikian, bukan berarti minat terhadap barang menurun sepenuhnya. Banyak masyarakat tetap melakukan pembelian sesuai kebutuhan, namun kini cenderung lebih mempertimbangkan nilai dan manfaat yang diperoleh dari setiap pengeluaran.
Para pengamat perilaku konsumen menilai perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran cara masyarakat memaknai kesejahteraan. Jika sebelumnya pencapaian sering diukur dari kepemilikan barang, kini pengalaman dan kualitas hidup mulai mendapat perhatian yang lebih besar.
Tren tersebut diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keseimbangan antara kebutuhan material dan pengalaman hidup. Pada akhirnya, setiap individu memiliki cara masing-masing dalam menentukan hal yang dianggap bernilai dalam kehidupannya.
Sumber: Deloitte, McKinsey & Company, serta berbagai penelitian mengenai perilaku konsumen dan pengalaman hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....