Kloset Duduk atau Jongkok, Mana Lebih Sehat?

  • 12 Sep 2026 14:50 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Memilih kloset duduk atau jongkok ternyata bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi juga berkaitan dengan posisi tubuh saat buang air besar (BAB). Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Untuk urusan proses BAB, kloset jongkok memiliki keunggulan karena posisi ini membuat sudut antara rektum dan anus lebih lurus. Kondisi tersebut dapat membantu feses keluar lebih mudah dan mengurangi kebutuhan mengejan.

Hal itu diperkuat penelitian Dov Sikirov yang diterbitkan Digestive Diseases and Sciences, yang membandingkan posisi duduk dan jongkok pada 28 orang sehat. Penelitian tersebut menemukan posisi jongkok membutuhkan tekanan mengejan lebih rendah dibandingkan posisi duduk.

Namun, kloset duduk bukan berarti lebih buruk untuk semua orang. Niloofar Rahgoshay, Mohammad Rahdar, Laleh Nikoo, dan Hadi Daneshmandi dari Shiraz University of Medical Sciences, Iran, dalam BMC Public Health 2025, menyebut posisi jongkok berpotensi membantu pengosongan usus, sedangkan kloset duduk lebih nyaman bagi kelompok tertentu.

Kelompok yang dimaksud antara lain orang lanjut usia atau mereka yang memiliki keterbatasan gerak pada lutut dan tungkai. Pada kondisi tersebut, memaksakan posisi jongkok justru dapat meningkatkan beban pada sendi dan membuat tubuh kurang stabil.

Penelitian di Indonesia juga memberikan gambaran serupa, meski tidak berarti kloset jongkok otomatis lebih sehat untuk semua orang. Muhammad Isma'il Asmi, Reeny Purnamasari Juhamran, Muh. Alfian Jafar, Dian Amelia Abdi, dan Berry Erida Hasbi dari Universitas Muslim Indonesia menemukan hubungan antara jenis kloset dengan frekuensi, durasi, dan kebiasaan mengejan pada pasien hemoroid.

Jadi, untuk jangka panjang, kloset jongkok dapat menjadi pilihan baik bagi orang yang mampu melakukannya dengan nyaman dan aman. Sementara itu, kloset duduk lebih tepat bagi orang yang memiliki masalah lutut, keseimbangan, usia lanjut, atau keterbatasan mobilitas.

Yang tidak kalah penting adalah kebiasaan BAB, bukan hanya jenis klosetnya. Hindari mengejan terlalu kuat dan terlalu lama, serta dukung kesehatan pencernaan dengan cukup minum, konsumsi serat, dan aktivitas fisik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....