Slow Living Makin Diminati di tengah Kehidupan Digital
- 19 Mei 2026 06:00 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Gaya hidup slow living mulai diminati banyak generasi muda beberapa tahun terakhir. Konsep tersebut menekankan hidup lebih tenang dan sadar.
Slow living muncul sebagai respons terhadap kehidupan modern yang serba cepat dan padat. Banyak orang mulai merasa lelah secara mental.
Sebagian generasi muda mulai mengurangi aktivitas digital yang berlebihan setiap hari. Waktu istirahat dan kualitas hidup menjadi perhatian utama.
| Baca juga: Hidup tanpa Target, Bebas atau Tersesat? |
Konsep slow living mendorong seseorang menikmati aktivitas sederhana dengan lebih sadar dan seimbang. Produktivitas tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan hidup.
Jurnal internasional Frontiers in Psychology membahas hubungan gaya hidup dengan kesehatan mental manusia. Tekanan aktivitas berlebihan memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Sebagian orang mulai memilih aktivitas tenang seperti membaca buku dan berjalan santai. Kebiasaan tersebut membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Media sosial turut memengaruhi meningkatnya tren slow living di berbagai negara. Banyak anak muda mulai mencari kehidupan yang lebih seimbang.
Penelitian kesehatan menunjukkan stres berkepanjangan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Kondisi mental menjadi perhatian penting generasi modern.
Slow living juga berkaitan dengan kebiasaan mengurangi distraksi digital dalam kehidupan sehari-hari. Fokus terhadap diri sendiri mulai diprioritaskan banyak orang.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, hidup lebih seimbang mulai banyak dicari. Kesehatan mental menjadi bagian penting gaya hidup modern.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....