Kebiasaan Kecil untuk Melatih Rasa Syukur dan Pikiran Positif
- 16 Jul 2026 18:05 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Pernahkah Anda menutup hari dengan memikirkan hal-hal yang belum tercapai? Padahal, ada banyak momen kecil yang layak disyukuri dan dapat membuat hati terasa lebih ringan.
Rasa syukur bukan sekadar mengucapkan terima kasih. Dalam psikologi, rasa syukur adalah kebiasaan menyadari serta menghargai hal-hal baik yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara sederhana melatih rasa syukur adalah menulis jurnal harian. Cukup catat tiga hal baik yang dialami setiap hari, sekecil apa pun, agar pikiran lebih terbiasa melihat sisi positif kehidupan.
Cara berikutnya adalah mengungkapkan terima kasih kepada orang lain secara tulus. Kebiasaan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan emosional.
Menurut psikolog positif Robert Emmons dari University of California, Davis, rasa syukur dapat dilatih melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Ia menjelaskan bahwa praktik syukur membantu seseorang lebih fokus pada hal-hal yang bermakna dibandingkan kekurangan yang dimiliki.
Di tengah kesibukan, meluangkan waktu beberapa menit untuk menikmati secangkir teh, udara pagi, atau kebersamaan dengan keluarga juga bisa menjadi latihan syukur. Kebiasaan sederhana ini membantu pikiran lebih sadar terhadap momen yang sering terlewatkan.
Psikolog menekankan bahwa rasa syukur bukan berarti mengabaikan masalah. Sebaliknya, rasa syukur membantu seseorang membangun ketahanan mental sehingga lebih siap menghadapi tantangan hidup.
Pada akhirnya, melatih rasa syukur tidak membutuhkan perubahan besar. Langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari dapat membantu menghadirkan ketenangan, memperkuat hubungan dengan orang lain, dan membuat hidup terasa lebih bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....