Lingkungan Pertemanan Toxic, Saatnya Pergi
- 14 Apr 2026 19:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Lingkungan pertemanan seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk saling mendukung dan berkembang. Namun, tidak semua pertemanan memberikan dampak positif bagi kesehatan mental seseorang.
Salah satu tanda lingkungan pertemanan mulai tidak sehat adalah adanya sikap saling menjatuhkan. Teman yang seharusnya memberi dukungan justru sering meremehkan atau membandingkan secara tidak sehat.
| Baca juga: Alasan Bisa Bertahan dalam Hubungan Toxic |
Selain itu, rasa lelah secara emosional setelah berinteraksi juga bisa menjadi sinyal bahaya. Kondisi ini dalam kajian psikologi dikenal sebagai dampak dari hubungan sosial yang tidak seimbang.
Lingkungan yang toxic juga ditandai dengan kurangnya empati dan komunikasi yang tidak sehat. Misalnya, sering terjadi drama, manipulasi, atau bahkan tekanan untuk mengikuti keinginan kelompok.
| Baca juga: Makna Kue Ulang Tahun untuk Anak |
Penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial yang negatif dapat meningkatkan risiko stres hingga gangguan kecemasan. Bahkan dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berdampak pada menurunnya rasa percaya diri seseorang.
Tanda lainnya adalah ketika kamu merasa tidak bisa menjadi diri sendiri di lingkungan tersebut. Rasa takut dihakimi atau tidak diterima membuat seseorang terus menekan diri demi menyesuaikan dengan kelompok.
Jika tanda-tanda tersebut mulai dirasakan, penting untuk mempertimbangkan menjaga jarak atau bahkan meninggalkan lingkungan tersebut. Menjaga kesehatan mental dan berada di lingkungan yang suportif jauh lebih penting untuk kehidupan yang lebih seimbang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....